Dari 250 pendaftar, Pemprov Banten memfasilitasi 106 pelajar SMA melalui Program Super Camp "Banten Merebut Garuda" yang berlangsung 29-30 Agustus di Serang. Program ini dirancang sebagai inkubator intensif agar lulusan Banten mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia, dengan target 50 persen peserta lolos beasiswa ke luar negeri pada 2027. Pendampingan tidak berhenti di Super Camp, melainkan berlanjut enam bulan dengan melibatkan 22 mentor pendidikan.
SERANG — Jumlah itu nyaris setengah dari total pendaftar: 106 dari 250 pelajar SMA se-Banten yang lolos seleksi. Mereka kini masuk dalam program Super Camp "Banten Merebut Garuda", inkubator intensif yang dipersiapkan Pemprov Banten untuk mengantarkan siswa ke perguruan tinggi global.
Pendampingan yang dijanjikan tidak main-main. Selama enam bulan pasca-kegiatan, para siswa akan didampingi oleh 22 mentor pendidikan berpengalaman. Fokus materinya mencakup kesiapan teknis dan administrasi beasiswa, penguasaan Bahasa Inggris seperti IELTS, pembentukan karakter, hingga pembangunan jejaring global.
Peserta datang dari 30 SMA negeri di seluruh kabupaten dan kota di Banten.
Target 50 Persen Lolos Beasiswa Internasional pada 2027
Kepala Disdikbud Provinsi Banten Jamaluddin memaparkan target yang terukur dari program ini. Pemprov berharap minimal separuh peserta bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui beasiswa kompetitif, seperti Beasiswa Garuda dan Beasiswa Indonesia Maju.
Tenggat yang dipasang jelas: 2027. Artinya, para siswa yang sekarang duduk di bangku SMA akan menempuh jalur seleksi dalam dua tahun ke depan.
"Sebuah Galah untuk Melompati Batasan"
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan program ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ia menyebut Super Camp sebagai wujud komitmen pemerintah daerah memberikan akses pendidikan berkualitas yang merata, tanpa terhalang latar belakang ekonomi maupun asal daerah.
"Program ini dirancang sebagai inkubator intensif, sebuah galah yang memperpanjang jangkauan kalian untuk melompati batasan, menembus dinding-dinding perguruan tinggi terbaik di dunia," ucap Andra dalam keterangan yang diterima di Serang, Minggu.
Untirta hingga Google Indonesia Jadi Mitra Strategis
Pemprov Banten tidak berjalan sendiri. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng sejumlah mitra strategis, antara lain Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Google Indonesia, dan PT Krakatau Sarana Infrastruktur.
Kolaborasi ini dirancang agar siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki jejaring dan wawasan industri yang relevan dengan kebutuhan global.
Apa Kata Siswa yang Ikut Seleksi?
Antusiasme peserta terasa sejak awal pendaftaran. Kartika Azahra Enselia dari SMAN 1 Cipanas, Kabupaten Lebak, misalnya, menilai program ini sejalan dengan rencananya mengejar beasiswa ke Australia. Hal serupa disampaikan Arleeva Shereen dari SMAN 3 Kota Tangerang, yang membidik kampus ternama di Singapura.
Bagi keduanya, pendampingan intensif selama enam bulan menjadi nilai tambah yang tidak mereka dapatkan di sekolah reguler. Terutama dalam hal administrasi beasiswa dan sertifikasi bahasa Inggris yang sering menjadi penghalang utama pelajar dari daerah.
Pemprov Banten pun menekankan bahwa program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di daerah, sejalan dengan visi mencetak talenta global dari Banten.