NARAWARTA.COM — Jejak keagamaan dan prinsip kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kini terangkum dalam karya literasi setebal hampir 400 halaman. Buku bertajuk "Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam" itu resmi diterbitkan lewat kolaborasi Majelis Ulama Indonesia bersama Badan Amil Zakat Nasional. Karya ini mengupas laku keislaman sang kepala negara dari ranah personal, medan militer, hingga diplomasi global membela Palestina.
Fokus Diplomasi Bela Palestina dan Keberpihakan Sosial
Salah satu ulasan utama di lembaran buku ini membedah konsistensi Prabowo Subianto dalam menyuarakan persoalan Palestina di forum-forum internasional. Langkah diplomasi tersebut ditempatkan sebagai manifestasi kepemimpinan Islam yang aktif merespons isu kemanusiaan dunia.
Buku ini memuat pandangan dari sejumlah tokoh, termasuk KH Said Aqil Siraj. Terbitan ini juga memperoleh apresiasi dari Duta Besar Palestina.
Ketua BAZNAS Noor Achmad menegaskan dukungannya terhadap peluncuran buku ini sebagai agenda penguatan gerakan literasi keagamaan. Ia menilai karya tulis ini mencerminkan komitmen nyata sang presiden terhadap masyarakat lapisan bawah.
Arah Kebijakan Prorakyat dan Literasi Kebangsaan
Penerbitan karya kolaboratif MUI dan BAZNAS ini membawa tiga sasaran pokok. Agenda tersebut mencakup pengenalan sudut pandang keislaman Prabowo yang jarang tersiar, dorongan integrasi nilai Islam pada kepemimpinan inklusif, serta konsolidasi literasi keagamaan berbasis kebangsaan.
Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menggarisbawahi bahwa pemahaman agama harus menyentuh ranah tindakan nyata pemangku kebijakan.
"Islam bukan hanya simbol melainkan substansi yang dapat diwujudkan dalam kebijakan prorakyat," ujar KH Anwar Iskandar.
Karya setebal ratusan halaman ini sekarang telah didistribusikan secara resmi melalui sejumlah jaringan toko buku dan memicu respons rasa penasaran publik di berbagai kanal media sosial.