JAMBI — Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komite Daerah Jambi menegaskan seluruh pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Jambi berstatus siaga satu untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Status ini dinyatakan menyusul arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto saat kunjungan ke Jambi, Rabu (2/9).
Menhut meminta seluruh pihak, baik satgas daerah maupun pelaku usaha sektor kehutanan, meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat kolaborasi di lapangan. Respons APHI langsung disampaikan Ketua Komda Jambi Taufik Qurochman.
"Kami sudah menyampaikan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto saat kunjungan ke Jambi pada Rabu (2/9)," kata Taufik di Jambi, Kamis.
Status Siaga Satu untuk Seluruh Pemegang PBPH
Menanggapi arahan tersebut, APHI menegaskan semua pemegang PBPH anggota asosiasi di Jambi berada dalam status siaga satu. "Kami menyambut baik perhatian dan arahan langsung dari Menhut dan Kepala BNPB. APHI Komda Jambi memastikan seluruh anggota terus memperkuat sistem mitigasi dini," ujarnya.
Seluruh anggota juga diminta menyiagakan sarana-prasarana pemadam dan mengoptimalkan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) di setiap konsesi.
Patroli Terpadu bersama Satgas, TNI, dan Polri
Di luar kesiapan internal, APHI Komda Jambi mengagendakan sistem patroli terpadu dan koordinasi intensif bersama Satgas Karhutla Provinsi Jambi, TNI, Polri, serta masyarakat di sekitar areal konsesi. Langkah ini menjadi bentuk komitmen nyata industri kehutanan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah dampak kabut asap di Bumi Sepucuk Jambi Lurah.
Optimisme Pengendalian Karhutla
APHI Komda Jambi optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemegang izin PBPH mampu mengendalikan potensi karhutla secara maksimal pada puncak kemarau tahun ini.