NARAWARTA.COM — Kebakaran di Desa Adat Sade, Nusa Tenggara Barat, pernah dipicu oleh korsleting listrik. Api dengan cepat merambat ke bangunan-bangunan adat yang sebagian besar berbahan kayu.
Peristiwa ini membuktikan bahwa pesona budaya yang menjadi daya tarik wisata juga bisa menjadi risiko besar, terutama jika instalasi listrik dan material bangunan tidak dirancang dengan standar keselamatan.
Pelajaran dari Kebakaran Sade
Ketua Umum ICPI Azril Azhari menyebut kasus Sade sebagai contoh nyata bahwa mitigasi dini jauh lebih penting daripada penanganan saat kejadian. Ia menegaskan bahwa survei lokasi, penentuan risiko, dan penyediaan alat pemadam kebakaran tidak boleh dipandang sebagai beban administratif.
“Jadi, preventif itu jauh lebih bagus daripada kuratif. Jadi, preventif itu mencegah, itu jauh lebih bagus daripada pengobatan dari suatu kecelakaan,” ujarnya.
Empat Tahap Manajemen Risiko yang Wajib Dijalankan
Azril mengatakan manajemen risiko seharusnya menjadi prasyarat sebelum sebuah desa wisata dibangun, bukan pelengkap yang datang belakangan. Prosesnya mencakup survei untuk memetakan potensi bahaya, penentuan prioritas risiko, mitigasi, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.
Dari kasus Sade, ia menyoroti dua langkah antisipasi yang sering terlupakan: mengatur lokasi meteran listrik agar jauh dari material mudah terbakar, dan menggunakan kombinasi material bangunan untuk memperlambat perambatan api.
“Misalnya, alat untuk pemadam kebakarannya ada atau tidak? Itu kan syarat. Itu kan persyaratan yang prasyarat,” tegas Azril.
Alat Pemadam dan Sanitasi Juga Bagian dari Kenyamanan Wisatawan
Manajemen risiko tidak berhenti pada perlindungan dari kebakaran. Ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di titik-titik strategis menjadi standar wajib bagi setiap destinasi yang menerima kunjungan wisatawan.
Selain itu, Azril menekankan bahwa keselamatan desa wisata harus menyentuh tiga aspek sekaligus: safety yang menjamin pengunjung selamat dari kecelakaan, security yang menjamin keamanan dari tindak kriminal, serta healthy yang mencakup sanitasi dan kebersihan lingkungan.
“Jadi, ada konsep yang safety, jadi selamat, kemudian security, keamanan, dan healthy seperti sanitasi, jadi kebersihan. Setidaknya tiga itu wajib sekarang,” kata Azril.
Bagi Wisatawan, Cek Fasilitas Keselamatan Sebelum Berkunjung
Sebelum memilih desa wisata sebagai tujuan lib