Hidari Cari Partner Baru Usai Negosiasi dengan Perusahaan AS Gagal

Produser Matsumoto Noriko mengungkapkan kegagalan negosiasi pendanaan "Hidari" dalam sesi Producer Hub ACFM Busan International Film Festival.
Penulis: Wahyu
Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:21:02 WIB

NARAWARTA.COM — Dwarf Studios tengah mencari mitra pendanaan baru untuk "Hidari", film stop-motion samurai yang menampilkan suara Keanu Reeves, setelah negosiasi dengan perusahaan Amerika Serikat yang menawarkan membiayai seluruh anggaran dengan syarat mengambil semua hak distribusi menemui jalan buntu. Produser Matsumoto Noriko mengungkapkan hal tersebut dalam sesi Producer Hub di Asian Contents & Film Market (ACFM) Busan International Film Festival. Proyek ini sebelumnya sempat menjadi sorotan dalam Annecy Animation Showcase di Cannes dan Annecy tahun ini.

Dwarf Studios, studio animasi asal Jepang, menghadapi jalan berliku untuk mendanai "Hidari". Proyek film stop-motion bertema samurai itu sempat hampir mendapat pendanaan penuh dari sebuah perusahaan Amerika Serikat. Namun tawaran tersebut batal setelah negosiasi tidak menemui kesepakatan.

Produser sekaligus salah satu pendiri Dwarf Studios, Matsumoto Noriko, mengungkapkan situasi ini dalam sesi "Co-Producing with Japan: Opportunities and Challenges" di ACFM, Busan International Film Festival. Sesi tersebut digelar bersama VIPO dan menempatkan Jepang sebagai negara fokus Producer Hub tahun ini.

Tawaran Pendanaan dengan Syarat Seluruh Hak

Perusahaan AS tersebut menawarkan membiayai seluruh anggaran produksi "Hidari". Namun ada satu syarat berat: mereka meminta seluruh hak atas film. Matsumoto menyebut perusahaan itu menghormati kreativitas Dwarf dan siap membayar dengan jumlah memadai. Meski begitu, pendanaan penuh berarti studio kehilangan kendali atas proyek yang dinilai sangat orisinal.

Dwarf berusaha mempertahankan setengah hak dan meminta Ibe Tomonobu, CEO Questry, mencari porsi pendanaan dari pihak Jepang. Sebelum negosiasi berlanjut, orang-orang yang selama ini bernegosiasi dengan Matsumoto kehilangan pekerjaan di tengah gejolak industri Hollywood. Kini Dwarf membuka pintu bagi mitra baru.

"Even with Keanu, we cannot stop the fire," ujar Matsumoto, dikutip dari Variety.

Peran Keanu Reeves dan Jejak Pilot 2023

Keanu Reeves terlibat dalam "Hidari" sebagai pengisi suara. Keterlibatannya bukan hasil pendekatan biasa. Dwarf lebih dulu membuat pilot pendek pada 2023 dengan risiko sendiri, sebagian lewat crowdfunding. Pilot itu berjalan cukup jauh hingga menarik perhatian aktor "John Wick" tersebut.

Kawamura Masashi duduk di kursi sutradara. Film ini diproduksi Dwarf bersama Whatever dan Tecarat. Proyek "Hidari" sempat menjadi sorotan dalam Annecy Animation Showcase di Cannes dan di Annecy sendiri pada awal tahun ini.

Mengapa Pendanaan di Jepang Sulit untuk Proyek Global

Ibe Tomonobu menjelaskan bahwa "Hidari" tidak mungkin dibiayai Jepang saja. Alasannya terletak pada cara industri film dan anime Jepang biasanya mencari dana. Ibe, yang menghabiskan 11 tahun di Goldman Sachs sebelum mendirikan Questry sekitar empat tahun lalu, memaparkan bahwa lebih dari 90% anime dan film Jepang dibiayai production committee atau seisaku iinkai.

Dalam sistem itu, penerbit, label musik, stasiun televisi, platform streaming, perusahaan mainan, dan agensi iklan masing-masing menyetor porsi. Tujuan utama mereka bukan keuntungan dari saham, melainkan hak "window", yakni hak mengeksploitasi judul dalam bisnis mereka sendiri. Biaya window dipotong lebih dulu, sehingga anggota komite sering meraup lebih banyak dari window ketimbang dari investasi.

Studio umumnya hanya disewa dengan bayaran tetap dan mendapat sedikit keuntungan. Ibe menilai sistem ini bekerja baik untuk judul yang dibuat di Jepang untuk pasar Jepang. Namun semakin global sebuah proyek, semakin buruk kecocokannya.

"How you raise money decides how you share it," kata Ibe.

Questry telah membentuk special purpose company untuk "Hidari" agar investor lokal dan luar negeri bisa menanam modal berdampingan. Ibe juga menyoroti pentingnya dana pengembangan. Questry kini ingin membiayai tahap pilot dan pengembangan, yang di Jepang biasanya ditanggung sendiri oleh studio dan kreator.

Jalur Alternatif dari Proyek Lain

Yamaguchi Shin, pendiri Knockonwood, berbagi pengalaman lebih dari 20 tahun mengurus pendanaan. Ia berhasil membuat sistem komite bekerja untuk film internasional. Salah satunya "Love on Trial" karya Fukada Koji yang ia ikuti sejak 2017. Film itu mendapat 60% anggaran dari komite pimpinan Toho, 29% dari subsidi pemerintah JLOX, dan 11% dari pra-penjualan lewat MK2 Films serta distributor Prancis Art House.

Yamaguchi menjaga komite tetap ramping: hanya Toho, Knockonwood, dan satu perusahaan musik. Dana Prancis masuk melalui porsi Knockonwood, didukung kontrak terpisah yang memberi mitra Prancis akses penuh ke laporan keuangan. Menurutnya, pengaturan itu masih berada di zona abu-abu.

Contoh lain adalah "Rental Family" karya Hikari yang dibintangi Brendan Fraser. Mitra AS Sight Unseen menanam modal awal pada 2020 dan menghubungkan proyek ke Searchlight Pictures pada 2023. Searchlight menanggung 90% anggaran, sementara 10% sisanya dari insentif lokasi JLOX. Film itu tayang perdana di Toronto 2025 dan dirilis di 73 negara.

Proyek ketiga Yamaguchi, "Ibuku" karya Eddie Cahyono, berkompetisi di Busan tahun ini. Talenta Media dan Yasa Buana Films dari Indonesia memegang 80%, Knockonwood 15%, dan 5% terakhir dari gap fund White Light asal Thailand. Film 16mm itu dibintangi Christine Hakim.

Bagi Dwarf Studios, pencarian mitra baru untuk "Hidari" menjadi ujian nyata: seberapa jauh industri animasi Jepang bisa membuka pintu bagi proyek yang ambisinya melampaui pasar domestik.

Reporter: Wahyu