Apple Geser Samsung di Penjualan Smartphone Operator Eropa Kuartal II 2026

Apple menyalip Samsung di kanal operator Eropa dengan pangsa pasar 37% pada kuartal II 2026.
Penulis: Rendra
Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:04:31 WIB

NARAWARTA.COM — Apple menyalip Samsung sebagai pemimpin pangsa pasar smartphone di kanal operator Eropa pada kuartal II 2026, menurut laporan terbaru Counterpoint Research. Pangsa Apple di kanal operator naik dari 33% menjadi 37%, sementara Samsung turun dari 39% ke 34% pada periode yang sama. Pergerakan ini terjadi saat penjualan smartphone lewat operator hanya turun 4% year-on-year, jauh lebih baik dibandingkan pasar terbuka yang anjlok 11%.

Pergeseran ini terjadi di tengah tekanan pasar yang tidak merata. Penjualan smartphone lewat operator di Eropa turun 4% year-on-year, sementara penjualan di pasar terbuka ambruk 11% dan total penjualan smartphone secara keseluruhan turun 8%.

Mengapa Kanal Operator Lebih Tahan Tekanan

Counterpoint menyebut kenaikan biaya memori sebagai pemicu utama perubahan lanskap penjualan di Eropa. Komponen ini menghantam segmen smartphone kelas bawah di pasar terbuka, yang selama ini menjadi tulang punggung volume penjualan.

Kanal operator justru menikmati efek tidak langsung dari krisis tersebut. Penjualan lewat operator cenderung condong ke perangkat kelas atas dan merek premium, karena lebih banyak ponsel dibeli dengan skema kontrak.

Hal ini membuat kanal operator relatif lebih stabil dibandingkan pasar terbuka yang lebih sensitif terhadap kenaikan harga perangkat entry-level.

Peta Persaingan: Vivo Tumbuh Paling Cepat

Selain Apple, sejumlah merek lain mencatat pertumbuhan signifikan di kanal operator Eropa. Vivo membukukan kenaikan penjualan year-on-year terbesar, mencapai 90%, berkat penempatan strategis dengan sejumlah operator besar Eropa.

Motorola menyusul di posisi kedua dengan pertumbuhan 27%, jauh di bawah laju vivo namun tetap positif di tengah pasar yang mengecil.

Kombinasi ekspansi vivo dan Motorola menunjukkan bahwa operator Eropa semakin membuka rak untuk merek di luar duopoli Apple-Samsung, terutama di segmen menengah yang masih terjangkau skema kontrak.

Pandangan Counterpoint soal Kuartal Berikutnya

Jan Stryjak, Associate Director di Counterpoint Research, menilai kanal operator akan terus mengambil pangsa pasar dalam beberapa kuartal ke depan selama krisis harga memori masih menekan segmen bawah.

"Penjualan smartphone lewat operator di Eropa biasanya lebih high-end dibandingkan pasar terbuka, karena lebih banyak dibeli dengan kontrak. Penjualan juga lebih condong ke merek premium seperti Apple, Samsung, dan Google. Runtuhnya segmen bawah pasar smartphone sepanjang 2026 akibat krisis harga memori justru menguntungkan kanal operator, yang penurunannya relatif lebih kecil dibandingkan pasar terbuka," ujar Stryjak.

Stryjak menambahkan, ia memperkirakan kanal operator terus menambah pangsa pasar dalam beberapa kuartal mendatang seiring segmen bawah yang masih tertekan krisis memori.

Ia juga mencatat bahwa peritel independen kini meningkatkan aktivitas promosi dibandingkan operator. Langkah ini berpotensi meredam sebagian kenaikan harga dan memberi stimulus tambahan bagi pasar terbuka.

Implikasi untuk Pasar Smartphone Global

Pergeseran di Eropa ini memperkuat pola yang mulai terlihat sejak awal 2026: kenaikan harga komponen memori mengubah struktur kompetisi, bukan sekadar menekan volume penjualan. Merek dengan portofolio kelas atas dan kemitraan operator yang kuat berada di posisi lebih aman.

Bagi pelaku pasar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dinamika ini layak dicermati. Kanal operator di Indonesia memang belum sebesar di Eropa, tetapi tren serupa bisa muncul jika biaya komponen terus naik dan konsumen bergeser ke skema cicilan atau bundling perangkat.

Counterpoint belum mengungkap jadwal pembaruan laporan berikutnya. Namun proyeksi Stryjak memberi sinyal bahwa kompetisi Apple-Samsung di kanal operator Eropa masih akan berlangsung ketat setidaknya hingga beberapa kuartal mendatang.

Reporter: Rendra