Jelajah Wisata Budaya ke-4 ASPPI Sumut Angkat Medan dan Karo
NARAWARTA.COM — Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Sumatera Utara menggelar Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 pada 5-8 Oktober 2026 dengan mengangkat potensi wisata budaya Kota Medan dan Kabupaten Karo. Berbeda dari tiga gelaran sebelumnya yang berpusat di kawasan Danau Toba, event kali ini mempertemukan sekitar 100 buyer dari Singapura, Thailand, Malaysia, serta sejumlah provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi pintu masuk perluasan promosi destinasi Medan dan Karo ke pasar mancanegara.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungan Pemkot Medan terhadap penyelenggaraan JWB ke-4. Dukungan disampaikan Rico saat menghadiri Welcome Dinner di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 35, Medan, Senin (5/10/2026) malam.
Menurut Rico, JWB menjadi momentum memperkenalkan karakter Kota Medan yang dibangun dari keberagaman budaya dan etnis.
"Medan adalah kota multikultural. Di sini ada beragam etnis seperti Jawa, Melayu, Batak, Karo, Minang, Chinese, India dan lainnya. Kami hidup harmonis dan saling menghargai," kata Rico.
Medan dan Karo Jadi Fokus Baru
Tiga gelaran JWB sebelumnya mengambil lokasi di kawasan Danau Toba. Pada edisi keempat, ASPPI DPD Sumut mengalihkan fokus ke Kota Medan dan Kabupaten Karo.
Rico menilai keberagaman etnis merupakan bagian penting dari identitas Kota Medan yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik pariwisata. Ia juga mengajak peserta mencicipi kuliner khas Medan dan mengunjungi Gallery Mustika Deli yang menampilkan produk unggulan UMKM lokal hasil kurasi.
"Silakan nikmati kuliner khas Kota Medan dan jangan lupa melihat produk-produk UMKM lokal. Banyak potensi yang bisa dibawa pulang dan dikenalkan kepada wisatawan," ujarnya.
Rangkaian Acara dan Peserta
Welcome Dinner JWB ke-4 turut dihadiri Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Erwita Dianti, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggi Batubara, Ketua ASPPI DPD Sumut Achmad Fauzi Lubis, serta Ketua Panitia H. Pujiono.
Sekitar 100 buyer hadir dari Singapura, Thailand, Malaysia, DKI Jakarta, Riau, Sumatera Barat, Aceh, Jawa Timur, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, dan sejumlah daerah lain. Salah satu agenda utama adalah kegiatan table top yang mempertemukan seller dengan buyer pariwisata.
JWB Disiapkan Jadi Paket Wisata
Ketua ASPPI DPD Sumut Achmad Fauzi Lubis menyebut JWB ke-4 dirancang bukan sekadar kegiatan promosi. Forum ini menjadi ruang pertemuan pelaku industri pariwisata dengan para buyer untuk membuka peluang kerja sama yang menghasilkan produk wisata baru.
"Ke depannya, JWB ini akan kami jadikan paket wisata. Jadi bukan hanya kegiatan jelajah, tetapi bisa dikembangkan menjadi produk yang nantinya ditawarkan kepada wisatawan," kata Achmad.
Ia menilai Kota Medan memiliki banyak potensi yang masih bisa dikemas lebih menarik, mulai dari kawasan bersejarah, museum, destinasi wisata, budaya, hingga kuliner.
Desa Dokan Jadi Lokasi Eksplorasi di Karo
Rangkaian JWB ke-4 membawa peserta mengeksplorasi potensi wisata Karo, salah satunya Desa Dokan, Kecamatan Merek. Peserta tidak hanya diajak melihat destinasi, tetapi juga mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat, alam, budaya, dan kuliner lokal.
"Di Dokan, peserta tidak sekadar datang dan melihat-lihat. Mereka kami ajak menyelami alam, budaya, kuliner sekaligus merasakan keramahan masyarakatnya," kata Achmad.
Respons Pelaku Usaha Wisata
Owner Widy Holidays, H. Amsyal, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pertemuan seller dan buyer memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha pariwisata.
"Acara ini sangat berguna bagi seller dan buyer. Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap pariwisata di Medan, Berastagi, Simalem Resort dan sekitarnya semakin berkembang," ujar Amsyal, saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan table top memberi ruang bagi seller untuk menawarkan produk pariwisata, sementara buyer dapat mengenal lebih dekat berbagai destinasi dan paket yang nantinya bisa mereka pasarkan.
"Bagi kami, dampaknya sangat bagus karena bisa berinteraksi langsung dengan peserta dari luar Sumut, termasuk dari beberapa negara yang ikut dalam acara ini," katanya.
Amsyal berharap jejaring yang terbentuk selama JWB dapat berlanjut menjadi kerja sama bisnis setelah kegiatan berakhir. Bagi traveler yang merencanakan perjalanan ke Medan dan Karo, rangkaian event ini bisa menjadi acuan destinasi yang layak dimasukkan ke itinerary, mulai dari kawasan bersejarah kota, produk UMKM di Gallery Mustika Deli, hingga suasana pedesaan Desa Dokan di Kecamatan Merek.