Hakim Federal AS Sebut Flock Alat Pengawasan Massal Tanpa Diskresi

Hakim federal Sara Hill menyatakan penggunaan Flock Safety untuk melacak plat nomor tanpa surat perintah melanggar Amandemen Keempat.
Penulis: Doni
Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:43:01 WIB

NARAWARTA.COM — Hakim federal Sara Hill memutuskan seorang deputi sheriff di Tulsa, Oklahoma, melanggar hak Amandemen Keempat seorang perempuan saat memakai Flock Safety untuk melacak plat nomornya tanpa surat perintah. Putusan ini bukan preseden mengikat, tetapi menjadi salah satu yang pertama menyatakan pencarian di basis data Flock inkonstitusional. Teknologi pembaca plat nomor otomatis itu kini menghadapi gelombang penolakan dari berbagai negara bagian dan Senat AS.

Deputi sheriff Tulsa tersebut, menurut putusan hakim, tidak punya alasan jelas untuk mencari plat nomor perempuan itu selain fakta bahwa kendaraannya berplat California. Ia kemudian memakai riwayat perjalanan perempuan tersebut di Flock sebagai bagian dari justifikasi penggeledahan mobil, tempat aparat mengaku menemukan 91 pon metamfetamin.

Putusan Hakim: Bukti Hasil Pencarian Flock Tidak Sah

Hakim Sara Hill menegaskan seluruh bukti yang diperoleh setelah pencarian Flock harus dikesampingkan karena merupakan buah dari pohon beracun atau fruit of the poisonous tree. Deputi itu seharusnya mengantongi surat perintah sebelum mengakses basis data Flock.

Hill juga menyoroti praktik pencarian tanpa surat perintah di basis data Flock secara lebih luas. Menurutnya, pelacakan lokasi seseorang, bahkan saat berada di ruang publik, menjadi bermasalah secara konstitusional ketika penegak hukum dapat mendata keberadaan seseorang secara pasif dan tanpa diskresi dalam periode panjang, lalu memakainya untuk tujuan apa pun saat dianggap menguntungkan.

Mengapa Hakim Sebut Flock Pengawasan Massal

Dalam putusannya, Hill menyebut praktik ini sebagai bentuk pengawasan massal tanpa diskresi. Ia membedakannya dengan kasus Carpenter v. United States, perkara Mahkamah Agung AS yang membahas akses lembaga pemerintah terhadap data lokasi ponsel.

Menurut Hill, Flock tidak menyasar satu individu tertentu. Alat ini mengumpulkan informasi tentang semua kendaraan yang melintasi kamera terhubung jaringan kapan pun, lalu menyajikan data itu ke penegak hukum begitu diminta.

Gelombang Penolakan terhadap Flock Safety

Kritik terhadap Flock datang dari berbagai spektrum politik. Sejumlah pemerintah lokal dan negara bagian, termasuk Florida dan Texas, menyatakan akan berhenti memakai teknologi ini.

Senator Bernie Sanders dari Vermont memperkenalkan Block Flock Act, rancangan undang-undang yang melarang lembaga federal memakai pembaca plat nomor otomatis seperti Flock. Langkah ini menambah tekanan regulasi terhadap perusahaan tersebut.

Respons Flock dan Tekanan Internal

CEO Flock, Garretty Langley, menyerukan kompromi antara privasi dan keamanan. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada perempuan yang pernah diuntit aparat penegak hukum memakai sistem Flock.

Di tengah pembatalan kontrak di sejumlah wilayah, Flock dilaporkan menawarkan buyout sukarela kepada karyawan sebagai cara memperkecil jumlah tenaga kerja.

Putusan Hill belum menciptakan preseden mengikat, tetapi memperkuat pola gugatan yang menantang penggunaan pembaca plat nomor otomatis di Amerika Serikat. Bagi industri teknologi pengawasan, sinyal dari pengadilan federal ini bisa memengaruhi cara perusahaan memosisikan produk mereka di pasar yang makin sensitif terhadap isu privasi.

Reporter: Doni