Sandiaga Uno Dorong Pengusaha Muda Tembus Panggung Global STRON Shanghai 2026
NARAWARTA.COM — Dua pengusaha muda binaan Rocket Youthpreneur 2025, Reza Rahman dan Ivan Taufiq Nugraha, mendapat kesempatan melakukan live pitch dan showcase bisnis di STRON Shanghai 2026, pameran teknologi di Shanghai, China. Kesempatan itu diperoleh setelah keduanya memenangi kategori Boost dan Orbit dalam Rocket Acceleration 2025. Mantan Menteri Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menilai akses semacam ini jadi kunci bagi wirausaha muda Indonesia untuk menembus jejaring bisnis internasional.
Reza Rahman, Founder Genantala, dan Ivan Taufiq Nugraha, Founder Anima Companion, merupakan binaan Yayasan Indonesia Setara dan Sandination Academy melalui program Rocket Youthpreneur 2025. Keduanya berangkat ke Shanghai setelah dinilai layak mewakili Indonesia di ajang yang mempertemukan startup dan inovator lintas negara.
Penghargaan yang membuka jalan mereka datang dari STRON Shanghai dengan dukungan BSI Maslahat. Dukungan itu bagian dari upaya membuka akses bagi wirausaha muda Indonesia agar produk dan inovasinya dikenal di jejaring bisnis internasional.
Apa yang Didapat Reza dan Ivan di Shanghai
Di STRON Shanghai 2026, Reza dan Ivan tampil di dua sesi utama: live pitch di depan investor dan pelaku industri, serta showcase produk di area pameran. Format ini memberi ruang bagi keduanya untuk memaparkan model bisnis langsung ke calon mitra dan pembeli potensial.
Kategori Boost dan Orbit yang mereka menangi dalam Rocket Acceleration 2025 menjadi tiket masuk ke panggung tersebut. Dua kategori itu dinilai berdasarkan kesiapan bisnis, keunikan inovasi, dan potensi skalabilitas di pasar global.
Sandiaga: Akses dan Jejaring Jadi Kunci
Sandiaga Uno menyatakan kebanggaannya atas capaian kedua pengusaha muda tersebut. Menurutnya, pengalaman tampil di forum internasional memberi nilai tambah yang tidak bisa digantikan hanya dengan pembinaan di dalam negeri.
"Saya bangga sekali melihat mereka mendapat kesempatan untuk live pitch dan showcase bisnis mereka di panggung global," ujar Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (3/10/2026).
Pernyataan itu menegaskan tiga hal yang menurut Sandiaga wajib dimiliki pengusaha muda untuk go global: akses ke pasar, pengalaman bertemu pelaku industri internasional, dan jejaring lintas negara. Ketiganya, kata dia, jadi modal awal sebelum bisnis benar-benar masuk ke pasar ekspor.
Peran BSI Maslahat dan Ekosistem Pembinaan
Dukungan BSI Maslahat dalam pemberian penghargaan menunjukkan keterlibatan lembaga keuangan syariah dalam pembinaan wirausaha muda. Skema ini mempertemukan program inkubasi lokal dengan ajang internasional, sehingga peserta tidak berhenti di tahap pelatihan.
Yayasan Indonesia Setara dan Sandination Academy menjalankan fungsi pembinaan lewat Rocket Youthpreneur 2025. Program itu menyaring peserta, memberi pendampingan, lalu mengarahkan mereka ke kompetisi yang membuka akses ke pasar global.
Arti bagi Wirausaha Muda Lain
Jalur yang ditempuh Reza dan Ivan memperlihatkan pola yang bisa direplikasi: ikut program inkubasi, menangi kompetisi, lalu manfaatkan jaringan penyelenggara untuk masuk ke forum internasional. Pola ini lebih terukur dibanding mencoba menembus pasar global secara mandiri tanpa jejaring.
Bagi pelaku usaha muda yang menargetkan ekspansi, keikutsertaan dalam ajang teknologi seperti STRON Shanghai memberi tiga manfaat langsung: validasi produk dari penilai internasional, peluang kemitraan dengan distributor atau investor asing, dan eksposur merek di pasar yang lebih luas.
Ke depan, keberhasilan Reza dan Ivan akan diuji dari apakah kesempatan di Shanghai berlanjut menjadi kerja sama bisnis nyata. Di situlah nilai sesungguhnya dari panggung global, bukan sekadar tampil, tetapi membawa pulang jejaring dan peluang yang bisa dieksekusi.