PTBA Beberkan Rugi Rp14,5 Triliun akibat DMO Batu Bara 54%, Desak Pembagian Beban Lebih Adil
NARAWARTA.COM — Manajemen PTBA membeberkan beban energi nasional bertumpu terlalu besar pada satu emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Realisasi penjualan batu bara ke pasar dalam negeri konsisten menembus angka 25% sesuai peraturan menteri.
Tren Penjualan Domestik Melampaui Alokasi
Data internal perseroan menunjukkan lonjakan volume DMO seiring pertumbuhan total penjualan. Pada 2021, dari distribusi 28,26 juta ton, sebanyak 19,0 juta ton diserap pasar domestik. Angka tersebut jauh melebihi batas minimum alokasi sebesar 7,5 juta ton.
Tren kenaikan berlanjut hingga proyeksi tahun 2025. PTBA memperkirakan pasokan DMO menyentuh 24,5 juta ton dari total penjualan 45,4 juta ton. Komposisi ini menempatkan porsi penjualan domestik di level 54%, hampir dua kali lipat dari kewajiban regulasi.
- Realisasi DMO 2021: 19,0 juta ton (dari total 28,26 juta ton)
- Proyeksi DMO 2025: 24,5 juta ton (dari total 45,4 juta ton)
- Alokasi Penugasan 2026: 17,7 juta ton
- Realisasi Agustus 2026: 12,8 juta ton (setara 45% produksi tahunan)