Perplexity Portable Computer Rilis di Windows, Butuh GPU RTX 24GB VRAM
NARAWARTA.COM — Perplexity membawa kemampuan komputasi AI lokal ke ekosistem Windows lewat aplikasi baru bernama Portable Computer. Peluncuran ini menandai ekspansi signifikan dari platform yang sebelumnya hanya tersedia untuk sistem operasi berbasis Linux dan perangkat khusus seperti DGX Spark.
Fungsi utama Portable Computer adalah menjalankan agen AI untuk tugas multilangkah (multistep tasks) langsung di komputer pengguna. Berbeda dengan versi cloud "Perplexity Computer" yang menghabiskan kredit langganan, proses lokal ini tidak membebankan biaya tambahan selama data tetap berada di perangkat keras milik sendiri.
Syarat Hardware dan Langganan
Akses ke fitur ini tidak terbuka untuk semua pengguna PC. Sistem harus dilengkapi dengan kartu grafis GeForce RTX atau RTX PRO yang memiliki VRAM (Video Random Access Memory) setidaknya 24 GB. Selain itu, pengguna wajib berlangganan paket Pro atau Max dari Perplexity.
Persyaratan 24 GB VRAM ini menjadi filter ketat yang membatasi kompatibilitas pada lini kartu grafis kelas atas. Beberapa model yang memenuhi syarat antara lain:
- Nvidia GeForce RTX 3090 & 3090 Ti: Keduanya memiliki kapasitas VRAM 24 GB.
- Nvidia GeForce RTX 4090: Kartu grafis flagship generasi sebelumnya dengan 24 GB VRAM.
- Nvidia GeForce RTX 5090: Generasi terbaru dengan kapasitas lebih besar, yakni 32 GB VRAM.
- Seri RTX PRO Blackwell: Termasuk model 4000 (24 GB), 4500 (32 GB), 5000 (48/72 GB), dan 6000 (96 GB).
Catatan penting bagi pengguna laptop: hingga saat artikel ini ditulis, Nvidia belum mengonfirmasi dukungan eksplisit untuk varian mobile RTX 5090 Laptop GPU meskipun spesifikasi teoretisnya mencapai 24 GB.
Fitur Unggulan dan Integrasi Lokal
Versi Windows ini hadir dengan peningkatan fungsionalitas dibanding pendahulunya di Linux. Salah satu fitur kunci adalah dukungan terhadap Model Context Protocol (MCP) server lokal, yang memungkinkan agen AI berinteraksi langsung dengan aplikasi desktop.
Integrasi ini mencakup konektor untuk berbagai produktivitas populer, termasuk Microsoft Word, Google Drive, Gmail, Slack, dan GitHub. Pengguna juga dapat menjadwalkan tugas berulang (scheduled recurring tasks) agar otomatis dieksekusi oleh AI di latar belakang.
Untuk memudahkan akses ke model bahasa besar (LLM) lokal, aplikasi menyediakan opsi unduhan satu klik. Sebagai contoh, Nvidia menyebutkan Qwen 3.8 27B sebagai salah satu model yang bisa dijalankan secara native di perangkat tersebut.
"Kami memperluas kerja sama dengan @nvidia untuk menghadirkan AI sepenuhnya lokal ke PC Windows dengan GPU RTX. Kecerdasan lokal tanpa batas meteran di setiap PC Windows yang menjalankan hardware NVIDIA dan harness Perplexity." - Aravind Srinivas, CEO Perplexity
Alternatif Lebih Murah Dibanding DGX Spark
Kehadiran Portable Computer di Windows menawarkan nilai ekonomis bagi mereka yang sudah memiliki PC gaming kelas atas. Sebelumnya, solusi serupa sering kali membutuhkan pembelian perangkat khusus seperti Nvidia DGX Spark Founders Edition yang dibanderol $4.699 (sekitar Rp 77,5 juta berdasarkan kurs Rp 16.500).
Dengan rilis ini, pengguna cukup meng-upgrade kartu grafis pada desktop existing atau memanfaatkan hardware yang sudah dimiliki. Ini jauh lebih efisien dibandingkan membeli sistem standalone baru, terutama bagi profesional yang membutuhkan privasi data tinggi karena pemrosesan dilakukan offline.
Langkah berikutnya, Nvidia mengisyaratkan dukungan untuk perangkat DGX Station akan segera menyusul. Sementara itu, konsumen elektronik global bersiap menyambut kehadiran laptop RTX Spark dari Lenovo dan Acer yang dijadwalkan meluncur pada Oktober mendatang, bersamaan dengan integrasi agen lokal lainnya seperti Hermes Agent dan OpenClaw.