Api Karhutla di Donggala Ancam Permukiman Warga, 12 Personel Basarnas Palu Dikerahkan Padamkan

Personel Basarnas Palu memadamkan api karhutla yang mengancam permukiman warga di Desa Siboalong, Donggala, Kamis (3/9/2024).
Penulis: Wahyu
Jumat, 04 September 2026 | 16:06:31 WIB

PALU — Sebanyak 12 personel Basarnas Palu telah berada di lokasi sejak Rabu (2/9) sore. Mereka tiba di lapangan sekitar pukul 20.00 Wita saat api belum berhasil dijinakkan, sehingga operasi dilanjutkan keesokan harinya.

Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, menyebut kegiatan hari kedua difokuskan di Desa Siboalong. Tim gabungan bekerja dari posko terpadu lintas sektoral penanganan karhutla Kabupaten Donggala.

Operasi Pemadaman Dimulai Pukul 07.00 Wita

Sebelum turun ke lapangan, tim menggelar komunikasi singkat pada pukul 07.00 Wita. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kekuatan personel, kesiapan alat, pembagian tugas, serta penyampaian petunjuk keselamatan kerja.

Pemadaman baru dimulai pukul 07.15 Wita di area yang terdampak sekitar 8 hektare. “Kami melibatkan 12 personel dari Basarnas. Mereka dikerahkan sejak Rabu (2/9) sore dan bergabung dengan tim di lapangan sekitar pukul 20.00 Wita. Selama proses penanganan itu api belum bisa dipadamkan, kemudian operasi dilanjutkan pada Kamis,” kata Muh Rizal.

Strategi Pemadaman: Jaga Jarak Api dari Permukiman

Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas, titik api berada di gunung kawasan hutan dan terus merambat ke arah rumah warga di Desa Siboalong. Karena itu, kegiatan pemadaman dibagi menjadi tiga tim dengan fokus berbeda.

Sebagian tim berupaya menghambat api agar tidak merembet ke permukiman. Sementara itu, tim lain berkonsentrasi memadamkan bagian sentral supaya kebakaran tidak meluas ke area sekitarnya.

Pemadaman menggunakan kendaraan Manggala Agni milik Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) serta sejumlah peralatan pendukung. Basarnas membawa satu truk personel, satu motor trail, dua set alat bantu pernapasan mandiri (SCBA), tiga set alat pelindung diri, dua set alat semprot, dua unit HT, peralatan navigasi, peralatan medis, peralatan evakuasi, hingga kendaraan pemadam kebakaran.

12 Personel Basarnas Berbaur dengan Unsur Lain

Tim gabungan tidak hanya diisi personel Basarnas. Dinas Kehutanan mengerahkan enam orang, Pemerintah Desa Siboalong tiga orang, dan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Kecamatan Balaesang enam orang. Manggala Agni Kementerian Kehutanan serta BPBD Donggala masing-masing mengirim dua orang.

Masyarakat setempat juga turun membantu proses pemadaman di lokasi. Posko terpadu terus memantau perkembangan kondisi lapangan dan menjaga koordinasi antar unsur yang terlibat.

Penyebab Kebakaran Masih Didalami

Hingga operasi hari kedua berlangsung, penyebab karhutla belum dapat dipastikan. Pihak gabungan masih menelusuri asal mula api yang membakar kawasan hutan tersebut.

“Kami berharap operasi hari kedua penanganan karhutla membuahkan hasil positif. Hingga kini penyebab kebakaran masih terus ditelusuri,” ucap Muh Rizal.

Reporter: Wahyu