BNPB Imbau Warga Sumatera Barat Pantau ISPU saat Asap Karhutla Pekat di Riau, Jambi, dan Sumsel

Warga memantau informasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) melalui gawai di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang pekat.
Penulis: Farah
Jumat, 04 September 2026 | 04:09:01 WIB

PADANG — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta warga di Sumatera dan Kalimantan, termasuk Sumatera Barat, untuk aktif memantau kualitas udara. Langkah ini penting untuk melindungi diri dari paparan asap tebal yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan pemantauan ISPU menjadi krusial saat ini. Sebab, sebaran polutan asap diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terus meluas dalam beberapa hari ke depan.

Asap Pekat Terkonsentrasi di Tiga Provinsi Sumatera

Berdasarkan pantauan BNPB, konsentrasi titik polutan paling pekat di Pulau Sumatera berada di Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Provinsi-provinsi tersebut berbatasan langsung atau berada tidak jauh dari Sumatera Barat, sehingga potensi terbawanya asap oleh angin perlu diwaspadai.

Sementara di Pulau Kalimantan, polutan asap tebal terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. BMKG memperkirakan pergerakan asap di kawasan itu masih meningkat hingga hari ini.

Bagaimana Warga Memantau Kualitas Udara?

Warga dapat mengecek perkembangan ISPU secara berkala melalui tautan resmi kementerian atau lembaga terkait, salah satunya milik Kementerian Lingkungan Hidup. Informasi ini sebaiknya dilihat sebelum memulai aktivitas di luar ruangan.

"Masyarakat dapat melihat kualitas udara di kabupaten atau tempat tinggal, sehingga informasi ini tentu melindungi diri kita dari bahaya polutan karena asap yang ada di sekitar kita," kata Berton.

Apa yang Dimaksud ISPU?

ISPU adalah indeks yang menggambarkan kualitas udara ambien di suatu lokasi pada waktu tertentu. Angka ISPU yang tinggi menandakan udara tidak sehat dan berisiko mengganggu pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta penderita penyakit paru dan jantung.

Jika kualitas udara masuk kategori tidak sehat, warga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah dan mengenakan masker saat keluar. Gejala seperti batuk, iritasi mata, dan sesak napas perlu diwaspadai.

Data Karhutla Nasional 2026 Dibuka untuk Publik

BNPB juga menyediakan akses data terbuka terkait penanganan bencana karhutla nasional tahun 2026. Dasbor tersebut dapat dipantau media dan publik melalui laman resmi data.bnpb.go.id/data/karhutla2026.

Data ini memungkinkan warga melihat perkembangan titik panas dan upaya penanganan di berbagai daerah secara transparan. Dengan begitu, kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak asap bisa lebih dini.

Reporter: Farah