NASIONAL – Meski nilai bantuannya cukup besar, sejumlah program beasiswa yang masih buka September 2026 ini justru terbilang belum terlalu ramai peminat dibanding popularitasnya di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Kenapa Bisa Sepi Peminat?
Beberapa kemungkinan penyebab: kurang tersosialisasi di luar jalur resmi kampus/pesantren, syarat yang cukup spesifik (misalnya harus semester tertentu atau latar belakang santri), atau memang baru dibuka dalam beberapa pekan terakhir sehingga informasinya belum menyebar luas ke pelosok daerah.
MEXT Young Leaders' Program (Tutup 14 September)
Beasiswa S2 dari kementerian pendidikan Jepang ini menanggung kuliah penuh plus tunjangan hidup bulanan sampai Rp27 juta — nilai terbesar dari lima program yang dibahas di sini. Karena statusnya beasiswa pemerintah asing, prosesnya lebih formal dan berlapis, mungkin salah satu alasan kenapa jumlah pendaftarnya tidak sebanyak yang seharusnya mengingat nilai manfaatnya.
BAZNAS Beasiswa Santri (Tutup 14 September)
Program dari lembaga zakat resmi nasional ini khusus menyasar santri — segmentasi yang spesifik membuat jumlah pendaftarnya otomatis lebih terbatas dibanding beasiswa untuk kalangan umum, meski itu juga berarti persaingan yang lebih longgar bagi yang memenuhi kriteria.
FIFGROUP Young Leader (Tutup 15 September)
Dana tunai Rp9 juta dari anak usaha Astra International ini terbuka untuk mahasiswa S1 semester 5 ke atas dari jurusan apa saja — salah satu program paling inklusif dari sisi syarat, tapi belum tentu paling dikenal luas di kalangan mahasiswa.
TELADAN Tanoto Foundation (Tutup 7 September)
Program dari yayasan keluarga Sukanto Tanoto ini fokus mendampingi mahasiswa baru semester 1 — deadline paling dekat, dan karena menyasar mahasiswa yang baru saja masuk kuliah, kemungkinan banyak yang belum sempat tahu informasinya sebelum keburu tutup.
Amgala GenNext (Tutup 25 September)
Menyasar siswa kelas XII yang berencana lanjut kuliah, dengan waktu pendaftaran paling panjang di antara semua program — cukup ironis kalau justru deadline paling longgar ini yang paling sedikit diketahui calon pendaftar.
Peluang buat yang Jeli
Semakin sedikit orang yang tahu, semakin besar peluang bagi yang sudah menemukan informasi ini lebih dulu — asalkan syarat dan dokumen disiapkan dengan matang sebelum deadline masing-masing. Persaingan yang lebih longgar bukan berarti proses seleksinya dilonggarkan, jadi tetap perlu persiapan serius.
Cara Pastikan Info Ini Valid
Selalu cek ulang lewat kanal resmi masing-masing penyelenggara (situs atau media sosial resmi) sebelum mendaftar, karena info beasiswa yang beredar online kadang sudah kedaluwarsa atau bahkan salah sejak awal saat dibaca ulang beberapa minggu kemudian.
Kenapa Persaingan Longgar Bukan Berarti Gampang
Meski jumlah pendaftarnya lebih sedikit, bukan berarti standar penilaiannya diturunkan. Lembaga penyelenggara tetap punya kriteria minimum yang harus dipenuhi, jadi jangan menganggap remeh proses seleksi hanya karena programnya belum banyak dilirik orang.
Bagaimana Program Ini Bisa Lebih Dikenal ke Depannya
Sosialisasi dari mulut ke mulut lewat komunitas kampus, sekolah, dan pesantren jadi salah satu cara paling efektif menyebarkan informasi beasiswa yang masih sepi peminat. Guru BK, dosen wali, atau pengurus organisasi mahasiswa bisa berperan besar meneruskan info semacam ini ke calon penerima yang tepat sasaran.
FAQ Singkat
Kenapa beasiswa bernilai besar seperti MEXT bisa kurang populer?
Kemungkinan karena proses seleksinya lebih rumit dan formal dibanding beasiswa domestik, sehingga sebagian calon pendaftar mengurungkan niat sebelum mencoba.
Apakah persaingan yang longgar berarti lebih mudah lolos?
Belum tentu — kualitas seleksi tetap sama ketatnya, cuma jumlah pesaingnya yang mungkin lebih sedikit.
Bagaimana cara menyebarkan info ini ke teman yang membutuhkan?
Bagikan lewat grup kampus, sekolah, atau komunitas pesantren yang relevan — banyak calon penerima potensial yang justru belum tahu program-program ini ada.
Apakah ada risiko kalau mendaftar ke program yang jarang diminati?
Tidak ada risiko khusus, selama program tersebut dikelola oleh lembaga resmi dengan rekam jejak yang jelas seperti kelima contoh di atas.