ACEH BESAR — Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, meningkatkan kewaspadaan operasional menyusul kondisi cuaca yang dinamis. Pihak bandara memastikan koordinasi intensif dengan BMKG dan seluruh maskapai dilakukan untuk menjaga kelancaran sekaligus keselamatan penerbangan.
General Manager Bandara SIM, Rahmat Adil Indrawan, menyatakan bahwa setiap potensi perubahan cuaca akan direspons cepat melalui koordinasi lintas instansi. Keputusan operasional, menurut dia, selalu didasarkan pada pertimbangan keselamatan sebagai prioritas tertinggi.
"Saat ini operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda berjalan lancar dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca serta perkembangan informasi dari BMKG," kata Rahmat Adil Indrawan di Blang Bintang, Kamis.
Protokol Saat Cuaca Ekstrem Melanda
Rahmat menjelaskan, bandara telah menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca diprediksi membahayakan pergerakan pesawat. Pihaknya bersama maskapai dan pemangku kepentingan terkait akan langsung melakukan evaluasi dan mengambil tindakan yang diperlukan.
"Kami juga terus memastikan kesiapan fasilitas, personel, dan prosedur yang berlaku. Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan penerbangan dilakukan secara aman, maka keputusan operasional akan disesuaikan berdasarkan pertimbangan keselamatan," ujarnya.
Hak Penumpang saat Jadwal Penerbangan Berubah
Perubahan jadwal akibat cuaca kerap menimbulkan keresahan di kalangan calon penumpang. Menyikapi hal itu, manajemen bandara meminta maskapai untuk aktif memberikan informasi terbaru secara transparan.
Penumpang pun diimbau tidak panik dan hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan maskapai maupun pihak bandara. Pemeriksaan status penerbangan sebelum berangkat ke bandara juga disarankan agar perjalanan lebih terencana.
"Kepada penumpang, kami juga mengimbau agar tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari maskapai maupun pihak bandara. Penumpang juga diharapkan tetap mengikuti ketentuan dan arahan petugas di bandara serta melakukan pengecekan status penerbangan sebelum menuju bandara," kata Rahmat.
Pihaknya memahami bahwa perubahan jadwal dapat menimbulkan ketidaknyamanan, namun aspek keselamatan tidak dapat ditawar. Seluruh keputusan operasional, lanjut dia, diambil dengan pertimbangan matang demi melindungi seluruh pengguna jasa penerbangan.