Pencarian

Dampak Erupsi Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Sempat Tutup Dini Hari

Minggu, 06 September 2026 • 05:03:31 WIB
Dampak Erupsi Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Sempat Tutup Dini Hari
Petugas memeriksa kondisi landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta setelah penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Minggu (10/12).

NARAWARTA.COM — Sebanyak 33 penerbangan internasional dan lima rute domestik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terganggu akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan landasan pacu berlangsung selama empat jam sebelum otoritas memastikan rute udara kembali aman dilintasi pesawat pada Minggu pagi.

Operasional domestik ikut terdampak oleh sebaran material vulkanik tersebut. Tercatat empat penerbangan dibatalkan dan satu penerbangan terpaksa dialihkan untuk rute tujuan Lampung, Denpasar, serta Surabaya.

Kementerian Perhubungan memastikan operasional penerbangan di bandara tersibuk di Indonesia itu kini sudah kembali berjalan normal, aman, dan lancar sejak pukul 05:30 WIB.

Hasil Paper Test Sempat Tunjukkan Indikasi Positif Abu

Penghentian sementara operasional dilakukan mulai pukul 01:30 hingga 05:30 WIB. Keputusan penutupan diambil setelah pengujian lewat paper test VA pada pukul 00:35 hingga 01:05 WIB mendeteksi keberadaan abu vulkanik di kawasan bandara.

Kondisi membaik menjelang pagi. Hasil pengamatan paper test VA terbaru menunjukkan area bandara sudah bebas dari abu vulkanik, dengan jarak sebaran abu dari Gunung Anak Krakatau terpantau berada sekitar 31,4 kilometer dari Bandara Soekarno-Hatta.

Melihat perkembangan visual dan teknis di lapangan, regulator langsung membuka kembali seluruh jalur pergerakan pesawat.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama Ditjen Hubud

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional di bandara, termasuk dalam langkah penyesuaian jadwal terbang yang diambil operator penerbangan. "Keselamatan tetap jadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional termasuk penyesuaian jadwal penerbangan oleh maskapai," kata Lukman F Laisa.

Ditjen Perhubungan Udara bersama AirNav Indonesia, pengelola bandara, BMKG, dan pihak maskapai terus memperkuat koordinasi. Pemantauan berkala dilakukan guna menjamin setiap pesawat yang lepas landas maupun mendarat berada dalam koridor aman.

Penumpang diimbau tetap memantau informasi terkini dari maskapai terkait potensi perubahan jadwal keberangkatan.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Erupsi yang memicu gangguan penerbangan ini bersumber dari aktivitas vulkanik di Selat Sunda. Gunung Anak Krakatau tercatat masih bertahan pada Level III Siaga sejak 2 Juli 2026.

Otoritas terkait menetapkan radius bahaya sejauh 3 kilometer dari kawah aktif. Kawasan di dalam perimeter tersebut dilarang untuk aktivitas umum.

Koordinasi lintas instansi dipastikan terus berjalan selama status siaga gunung berapi tersebut belum diturunkan.

Follow narawarta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks