7 Mobil Sport Mesin Empat Silinder yang Layak Disebut Supercar

Mobil sport bermesin empat silinder membuktikan performa mampu menyaingi mesin berkapasitas lebih besar.
Penulis: Galih
Senin, 05 Oktober 2026 | 11:33:31 WIB

NARAWARTA.COM — Mesin empat silinder sering dianggap kurang bergengsi untuk kelas supercar, tetapi tujuh model ini membuktikan sebaliknya. Mulai dari ASA 1000 GT era 1960-an hingga Porsche 924 Carrera GT, masing-masing memakai teknologi turbo dan sasis ringan untuk menantang dominasi mesin V8 dan V12. Berikut daftarnya, diurutkan dari yang tertua.

Selama puluhan tahun, definisi supercar identik dengan mesin besar bermesin tengah: V8, V10, atau bahkan V12. Pandangan itu mulai tergoyang ketika sejumlah pabrikan membuktikan mesin empat silinder yang dipadukan turbo dan sasis ringan mampu menyamai performa mobil bermesin lebih besar.

Beberapa pengecualian sudah muncul sebelumnya. Lexus LFA dan Mercedes-AMG SLS Black Series menunjukkan supercar bisa bermesin depan, sementara Ford GT 2017 membuktikan V6 sanggup menggantikan mesin dengan silinder lebih banyak. Kini giliran empat silinder yang mendapat panggung serupa.

ASA 1000 GT: Cikal Bakal Ferrari Empat Silinder

Coupe sport ini berasal dari dekade 1960-an dan jarang terdengar namanya sekarang. Desainnya digarap Giorgetto Giugiaro, tetapi kisahnya dimulai dari rencana Enzo Ferrari mengembangkan sports car entry-level bermesin sepertiga dari V12 Colombo legendarisnya.

Rencana itu tak pernah masuk produksi Ferrari. Perusahaan kecil Autocostruzioni Societa per Azioni, atau ASA, yang mewujudkannya pada awal 1960-an. Sasis spaceframe-nya dibalut bodi baja dan aluminium.

Pada versi akhir, mesin inline-4 berkapasitas 1.032 cc disuplai dua karburator Weber sidedraft. Tenaganya sekitar 95 hp dengan torsi 75 pound-feet, cukup untuk sprint 0-60 mph dalam 13 detik dan kecepatan puncak 113 mph. Tenaga disalurkan lewat gearbox empat percepatan overdrive, sedangkan pengereman mengandalkan cakram Dunlop di keempat roda.

Kabinnya memakai setir Nardi dan instrumen Jaeger bergaya Ferrari. Aksen khas Prancing Horse itu sebenarnya justru menjelaskan mengapa harganya mahal, faktor yang akhirnya membuat ASA gulung tikar. ASA 1000 GT menawarkan DNA Colombo asli, desain Giugiaro, dan sasis berorientasi performa dalam paket mungil.

Lotus Esprit: Bertahan 28 Tahun dengan Dua Desain

Nama Lotus Esprit nyaris selalu muncul ketika membahas supercar empat silinder. Model berbentuk wedge ini bertahan lama, dengan dua lusin versi sepanjang 28 tahun. Unit awal 1976-1987 didesain Giugiaro, sedangkan model 1987-2004 dikerjakan Peter Stevens.

Performa versi awal tergolong sederhana. Dengan 160 hp dan 140 lb-ft, akselerasi 0-60 mph butuh 8,4 detik dan kecepatan puncak 124 mph.

Reporter: Galih