4 Kebun Wisata Petik Buah di Dataran Tinggi, dari Stroberi hingga Apel

Pengunjung memetik stroberi di kebun Desa Alamendah, Kabupaten Bandung.
Penulis: Galih
Senin, 21 September 2026 | 14:41:01 WIB

NARAWARTA.COM — Desa Alamendah di Kabupaten Bandung menyimpan kebun stroberi yang bisa dipetik langsung dari pohonnya, lengkap dengan penjelasan proses penanaman dari petani setempat. Pengalaman serupa tersedia di Poncokusumo dan Gubugklakah di Malang serta Desa Senden di Magelang, masing-masing dengan komoditas jeruk, apel, dan kelengkeng. Wisata petik buah menjadi alternatif liburan keluarga di dataran tinggi selain menikmati udara sejuk dan pemandangan alam.

Desa Alamendah di Kabupaten Bandung dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan stroberi di Jawa Barat. Pengunjung yang datang ke kawasan ini tidak hanya bisa memetik buah, tetapi juga belajar proses penanaman stroberi dari awal bersama petani lokal.

Stroberi Alamendah, Bandung

Kebun stroberi di Desa Alamendah menanam beberapa varietas sekaligus. Ada stroberi enia, mencir, manora, KP belut, dan earlibet yang tersedia bergantian sesuai musim tanam.

Selain memetik buah segar, pengunjung bisa mencoba olahan unik berbahan stroberi. Salah satu yang ditawarkan adalah ayam sambal stroberi, menu yang memadukan rasa asam-manis buah dengan pedasnya sambal.

Jeruk Poncokusumo, Malang

Poncokusumo merupakan salah satu kawasan penghasil jeruk di Kabupaten Malang. Kebun jeruk di daerah ini terbuka untuk pengunjung yang ingin memetik dan mencicipi buah langsung dari pohonnya.

Kawasan sekitar Poncokusumo juga menawarkan daya tarik lain. Ada Ledokombo dengan pemandangan alamnya, serta area berkemah di tengah hutan pinus yang asri bagi yang ingin menginap semalam.

Kelengkeng Senden, Magelang

Di Desa Senden, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, pengunjung bisa trekking menuju kebun kelengkeng milik Sarwanto, yang akrab disapa Abah Wanto. Kebun seluas satu hektar itu ditanami sekitar 250 pohon kelengkeng.

Pohon kelengkeng di kebun ini merupakan hasil persambungan antara pohon lokal dan kelengkeng Thailand. Buahnya berkarakter manis, berdaging tebal, dan berbiji kecil.

Pengunjung dapat memetik dan mencicipi kelengkeng langsung dari pohonnya selama musim panen berlangsung.

Apel Gubugklakah, Malang

Malang identik dengan apel, dan Desa Gubugklakah menjadi salah satu lokasi untuk menikmati pengalaman petik buah ini. Beberapa jenis apel yang ditanam di sini punya karakter berbeda.

Apel Anna berwarna merah menggoda saat masak, bentuknya sedikit memanjang, dengan daging buah lunak dan berair. Apel Manalagi berbentuk bulat hijau kekuningan, rasanya manis, dan aromanya wangi.

Ada pula apel Rome Beauty yang bulat berwarna hijau semburat merah. Tekstur daging buahnya lebih keras, terasa renyah dan masir, sehingga sering diolah menjadi sari apel.

Tips Berkunjung ke Kebun Buah

Musim panen tiap komoditas berbeda, jadi sebaiknya konfirmasi dulu ke pengelola kebun sebelum berangkat. Stroberi, jeruk, kelengkeng, dan apel punya periode panen yang tidak bersamaan sepanjang tahun.

Kenakan pakaian nyaman dan alas kaki yang cocok untuk medan kebun, terutama di Desa Senden yang menawarkan rute trekking menuju lokasi. Bawa topi atau pelindung kepala karena sebagian besar aktivitas dilakukan di area terbuka.

Untuk informasi terkini soal harga tiket masuk dan jam operasional, pengunjung dapat menghubungi dinas pariwisata setempat atau pengelola kebun langsung.

Durasi ideal untuk wisata petik buah adalah setengah hari hingga sehari penuh, tergantung jarak tempuh dan jumlah kebun yang ingin dikunjungi. Menggabungkan dua kebun dalam satu rute perjalanan bisa jadi pilihan jika lokasinya berdekatan.

Reporter: Galih