Cara Hapus File Temporary di Windows 11, Bebaskan Ruang Penyimpanan

Ilustrasi tampilan menu Storage di aplikasi Settings Windows 11 yang menampilkan kategori file temporary.
Penulis: Galih
Minggu, 20 September 2026 | 14:22:01 WIB

NARAWARTA.COM — File temporary yang menumpuk di PC Windows 11 bisa menggerus kapasitas penyimpanan secara perlahan. Ada tiga cara membersihkannya: lewat aplikasi Settings, tool Disk Cleanup, atau folder Temp. Masing-masing menawarkan tingkat kontrol berbeda, dan beberapa kategori file butuh kehati-hatian ekstra.

Setiap kali Windows 11 menjalankan aplikasi, mengunduh update, atau memproses data, sistem meninggalkan file sementara yang disebut temporary files. File-file ini awalnya berguna, tapi lama-kelamaan menumpuk dan memakan ruang penyimpanan yang seharusnya bisa dipakai untuk hal lain. Menghapusnya bukan pekerjaan rumit, tapi ada beberapa kategori yang tidak boleh asal dibuang.

Tiga Cara Membersihkan File Temporary

Windows 11 menyediakan tiga jalur berbeda untuk membersihkan file sementara, masing-masing dengan tingkat kedalaman yang berbeda.

1. Lewat Aplikasi Settings

Metode ini paling ramah pengguna, terutama bagi yang baru pertama kali membersihkan file temporary. Buka Settings, masuk ke menu System, lalu pilih Storage. Windows akan menampilkan daftar kategori file yang bisa dihapus, lengkap dengan perkiraan ukuran masing-masing.

Dari sana, pilih kategori Temporary files dan centang item yang ingin dibersihkan. Sistem akan menghapus file-file tersebut secara otomatis tanpa perlu navigasi manual ke folder tersembunyi.

2. Menggunakan Disk Cleanup

Disk Cleanup adalah tool bawaan Windows yang sudah ada sejak versi lama dan masih tersedia di Windows 11. Cara membukanya: ketik "Disk Cleanup" di kolom pencarian, lalu pilih drive yang ingin dibersihkan.

Tool ini memindai drive dan menampilkan daftar file yang bisa dihapus, termasuk temporary files, thumbnail cache, dan file sistem lama. Salah satu keunggulannya dibanding Settings adalah kemampuannya membersihkan file dari instalasi Windows sebelumnya, yang sering kali berukuran besar.

3. Menghapus Manual dari Folder Temp

Cara paling langsung adalah membuka folder Temp dan menghapus isinya secara manual. Lokasinya ada di dua tempat: folder Temp pengguna dan folder Temp sistem. File di sini bisa dilihat satu per satu sebelum dihapus, sehingga pengguna punya kontrol penuh atas apa yang dibuang.

Namun, metode ini menuntut kehati-hatian lebih. Beberapa file mungkin sedang digunakan oleh aplikasi yang berjalan, dan Windows akan menolak menghapusnya. Itu normal dan bukan tanda kerusakan sistem.

Kategori File yang Perlu Kehati-hatian Ekstra

Tidak semua file temporary aman dihapus sembarangan. File dari instalasi Windows sebelumnya termasuk kategori yang paling sensitif. File-file ini bisa berguna jika pengguna ingin melakukan rollback ke versi Windows sebelumnya dalam periode tertentu setelah update besar.

Menghapusnya memang membebaskan ruang penyimpanan dalam jumlah signifikan, tapi konsekuensinya kehilangan opsi untuk kembali ke versi lama. Pastikan sistem sudah berjalan stabil sebelum membersihkan kategori ini.

Kapan Sebaiknya Membersihkan File Temporary?

Pembersihan rutin masuk akal dilakukan ketika ruang penyimpanan mulai menipis atau performa sistem terasa melambat. Tidak ada jadwal baku yang harus diikuti, tapi membersihkan file temporary setiap beberapa bulan sekali bisa mencegah penumpukan yang tidak perlu.

Jika baru saja menyelesaikan update Windows besar dan sistem sudah terasa stabil selama beberapa waktu, itu momen yang tepat untuk membersihkan file instalasi lama. Untuk pengguna yang sering menginstal dan menghapus aplikasi, frekuensi pembersihan bisa lebih sering.

Ketiga metode di atas bisa dikombinasikan sesuai kebutuhan. Aplikasi Settings cocok untuk pembersihan cepat, Disk Cleanup untuk pembersihan menyeluruh, dan folder Temp untuk pengguna yang ingin kontrol penuh atas setiap file yang dihapus.

Reporter: Galih