IHSG Terkoreksi 1,13% ke Level 6.461, Sektor Keuangan Jadi Penekan Utama
NARAWARTA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,13% di level 6.461 pada perdagangan Selasa (15/9). Tekanan jual didominasi oleh sektor keuangan yang terperosok hingga 1,36%, sementara aksi borong terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA dan BUMI.
Pergerakan pasar modal domestik hari ini menunjukkan dinamika yang kontras antara indeks utama dan aktivitas transaksi individual. Meskipun IHSG terkoreksi, nilai transaksi tetap tercatat tinggi sebesar Rp 12,68 triliun dengan volume mencapai 26,40 miliar saham. Frekuensi perdagangan sebanyak 1,76 juta kali mengindikasikan bahwa likuiditas pasar masih terjaga meski sentimen negatif mendominasi.
Sektor Keuangan Tekan Indeks, BBNI Anjlok 3,10%
Dari sebelas sektor yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), delapan sektor berakhir di zona merah. Pelemahan paling signifikan terjadi pada sektor keuangan yang turun 1,36%. Kondisi ini turut menyeret harga saham emiten perbankan besar, termasuk PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang anjlok 3,10% ke posisi Rp 3.750.
Di tengah koreksi indeks, beberapa saham justru menjadi primadona investor berdasarkan nilai transaksinya. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp 614,25 miliar. Disusul oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 573,87 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sejumlah Rp 558,18 miliar.
- BBCA: Nilai transaksi Rp 614,25 miliar
- BUMI: Nilai transaksi Rp 573,87 miliar
- BMRI: Nilai transaksi Rp 558,18 miliar
- BBRI: Nilai transaksi Rp 527,18 miliar
- ANTM: Nilai transaksi Rp 440,85 miliar
Pergerakan Saham Pemenang dan Kalah
Secara agregat, komposisi pergerakan saham cukup seimbang namun cenderung negatif. Sebanyak 312 saham menguat, sementara 314 saham terkoreksi, dan 165 lainnya tidak bergerak atau stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG hingga penutupan sore ini tercatat sebesar Rp 11.285 triliun.
Beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan harga yang signifikan (top gainers) meskipun indeks utama melemah. PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) memimpin penguatan dengan lonjakan 14,56% ke Rp 118. Diikuti oleh PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) yang naik 7,43% ke Rp 159, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang menguat 2,43% ke Rp 1.055.
Sebaliknya, tekanan jual juga menghantam sejumlah emiten lain (top losers). PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengalami penurunan terdalam sebesar 13,25% ke Rp 288. Kemudian ada PT Argo Bahari Nusantara Tbk (UDNG) yang turun 10% ke Rp 486, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang terkoreksi 4,23% ke Rp 1.585.
Bursa Asia Serentak Melemah
Pelemahan IHSG sejalan dengan tren negatif di kawasan regional. Seluruh bursa saham Asia ditutup di zona merah pada sesi perdagangan hari ini. Indeks Straits Times Singapura menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,45%, diikuti oleh Hang Seng Index Hong Kong yang turun 1%.
Indeks Shanghai Composite China juga tak luput dari koreksi, tergelincir 0,54%. Sementara itu, Nikkei Jepang relatif stabil dengan pelemahan tipis 0,01%. Sentimen global yang kurang kondusif tampaknya menjadi salah satu faktor penggerak utama pelemahan pasar saham domestik maupun regional hari ini.