Review Infinix XPad 30 Pro: Layar 2.5K dan Keyboard Case, Tapi Brightness di Bawah Klaim
NARAWARTA.COM — Tablet ini merupakan penerus dari XPad 20 Pro yang rilis tahun lalu, dengan target pengguna yang membutuhkan layar besar untuk kerja, hiburan, dan belajar. Upgrade paling signifikan ada di sisi software, bukan hanya hardware biasa. Kami menguji unit ini untuk melihat apakah kenaikan harga yang cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya sepadan dengan fitur baru yang ditawarkan.
Desain Unibody Metal dan Modul Kamera Gaya iPhone
Bodi tablet ini menggunakan material metal unibody yang terasa premium saat digenggam, dengan ketebalan hanya 6,6 mm. Bobotnya 474 gram untuk unit saja, atau 888 gram jika dipasangkan dengan keyboard case—masih lebih ringan dari laptop teringan di pasaran. Pilihan warna tersedia adalah Twilight Purple, Anthracite Grey, dan Titanium Silver.
Ciri khas desain terlihat pada modul kamera belakang yang selebar bodi, mengingatkan pada bahasa desain iPhone terbaru, meski isinya hanya kamera utama 8MP dan LED flash. Bezel depan simetris dengan ketebalan sekitar 7,9mm, wajar untuk kelas menengah. Posisi kamera selfie 5MP berada di tengah bezel atas, menegaskan bahwa penggunaan optimal dilakukan dalam orientasi horizontal.
Layar IGZO TFT 11 Inci: Warna Akurat tapi Terang Kurang Nendang
Layarnya berukuran 11 inci dengan panel IGZO TFT (teknologi sering dipakai Sharp), resolusi Full HD+ (1920 x 1200 piksel), dan refresh rate adaptive 60-90Hz. Untuk kebutuhan editing, color gamut sudah dikalibrasi ke 100% sRGB, sebuah langkah maju karena biasanya Infinix mengarah ke DCI-P3. Viewing angle bagus dan warna cemerlang.
Namun, ada catatan penting soal kecerahan. Infinix mengklaim brightness typical 500 nits dan maximum 550 nits. Saat kami tes, angka aktual hanya mencapai sekitar 450 nits, baik di indoor maupun simulasi outdoor. Masih sedikit di bawah klaim, namun cukup terang untuk penggunaan sehari-hari yang umumnya tidak dilakukan di bawah terik matahari langsung.
Paket Penjualan: Keyboard Ada Syaratnya
Dalam box tablet terdapat unit dengan screen protector terpasang, kabel Type-C, adapter charger 18W, dan dokumen. Yang menarik, ada box terpisah berisi keyboard case. Namun, perlu diperhatikan: keyboard ini termasuk paket penjualan khusus untuk varian RAM 8GB.
- Kekurangan: Varian RAM 4GB tidak mendapatkan keyboard case dalam dus.
- Stylus: Tablet support stylus, tapi belum termasuk paket penjualan bahkan di varian tertinggi. Slot penyimpanan stylus sudah ada di keyboard case, tapi Anda harus membeli XPencil 20 secara terpisah.
Performa Helio G200 dan Konektivitas 4G
Di sektor dapur pacu, Infinix mempercayakan chipset Helio G200 dipadukan baterai 8200 mAh. Sistem operasi kini berjalan di XOS 16 normal, bukan lagi Android murni seperti generasi sebelumnya, sehingga banyak fitur baru termasuk AI yang bisa diakses. Speaker stereo di sisi kanan dan kiri menghasilkan suara lantang dengan karakter dominan treble dan vokal, meski bass tipis. Cukup nyaman untuk gaming dan musik.
Untuk konektivitas, tablet ini sudah support 4G dengan slot SIM tray hybrid (1 SIM + 1 MicroSD). Tombol power dan volume serta lubang microphone berada di sisi yang sama. Sisi bawah kosong, sementara port USB-C berada di sisi kanan bersama grill speaker.
Verdict: Layak Dibeli di Harga Tahun Ini?
Harga naik cukup signifikan dibanding pendahulunya. Jika Anda masih bisa menemukan stok Infinix XPad 20 Pro dengan harga normal, saran kami beli sekarang sebelum habis. Namun, jika melihat standar produk tahun 2026, XPad 30 Pro tetap menarik berkat layar 100% sRGB, bodi tipis, dan software XOS yang lebih kaya fitur.
Cocok untuk: Pelajar atau pekerja mobile yang butuh layar besar, akurasi warna untuk edit ringan, dan sudah punya budget untuk aksesoris tambahan jika mengambil varian entry-level.
Kurang cocok untuk: Pengguna yang mengharapkan brightness luar ruang maksimal sesuai klaim, atau mereka yang ingin semua aksesoris (stylus & keyboard) hadir dalam satu dus tanpa syarat varian RAM.