15 Armada SAR Gabungan Dikerahkan Cari 130 Korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa
JAKARTA, NARAWARTA.COM — Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara untuk mencari 130 orang yang masih hilang setelah KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Operasi SAR gabungan ini melibatkan 11 kapal, 1 helikopter, dan 3 pesawat dari berbagai instansi, dengan 113 orang sudah dievakuasi per Senin pagi.
Tim SAR gabungan mengerahkan 15 armada laut dan udara untuk mempercepat pencarian 130 korban KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan di perairan Masalembo, Laut Jawa. Operasi yang berlangsung sejak Minggu (13/9/2026) itu melibatkan 11 kapal, 1 helikopter, dan 3 pesawat dari Basarnas, TNI AL, Polri, Pelindo, serta Distrik Navigasi.
Hingga Senin pagi, tim evakuasi telah menarik 113 orang dari lokasi kejadian. Rinciannya, 107 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers resmi. Ia menegaskan angka korban masih bisa berubah karena proses pencarian belum selesai.
KN SAR Laksamana hingga KRI Nala Dikerahkan ke Lokasi
Armada yang terlibat dalam operasi ini tersebar dari unsur Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri, hingga operator pelabuhan. KN SAR Laksamana menjadi kapal utama dari Basarnas, didampingi KRI Nala dari TNI AL dan KN Kunyit dari Distrik Navigasi.
Dari sisi komersial dan penunjang, dikerahkan TB Mahausaha 9, TB TCP, MP Haida, serta kapal dari Pelindo. Tiga kapal Polri turut bergabung memperluas jangkauan pencarian di perairan yang dikenal berombak tinggi.
Helikopter dan tiga pesawat digunakan untuk pengawasan udara. Penyisiran dari udara penting karena lokasi kejadian berada di jalur pelayaran Surabaya-Banjarmasin yang cukup jauh dari daratan.
Penumpang Selamat Dibawa ke Tuban dan Banjarmasin
Sebagian penumpang yang dievakuasi dibawa ke Pelabuhan Tuban, Jawa Timur. Sebagian lain diarahkan ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Di Banjarmasin, keluarga korban berkumpul menanti kabar. Pelabuhan Trisakti menjadi titik utama kedatangan kapal yang membawa penumpang selamat maupun jenazah.
KM Virgo Transport 8 berangkat dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 10.33 WIB. Kapal membawa total 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) pukul 02.00 WITA.
Menurut kesaksian penumpang selamat, kapal tiba-tiba miring cepat ke kiri tanpa alarm atau pemberitahuan. Kapal kemudian tenggelam, diduga dihantam ombak setinggi lebih dari 2 meter akibat cuaca buruk.
KNKT Diterjunkan untuk Selidiki Penyebab Tenggelamnya Kapal
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah akan menginvestigasi kecelakaan ini secara menyeluruh. Penyelidikan dilakukan melalui Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Hasil investigasi akan menjadi dasar evaluasi dan pencegahan kejadian serupa. Pemerintah menargetkan penyebab kecelakaan bisa dipastikan secara objektif.
Jasa Raharja Jamin Santunan Rp50 Juta untuk Ahli Waris
PT Jasa Raharja memastikan santunan meninggal dunia sebesar Rp50 juta akan diserahkan kepada ahli waris yang sah. Untuk korban luka yang menjalani perawatan, Jasa Raharja menjamin biaya perawatan maksimal Rp20 juta per korban.
Jaminan perawatan berlaku di RSUD Ulin, RS TPT, dan RS Sultan Suryansyah. Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin turun langsung ke lapangan memastikan proses pendataan dan verifikasi berjalan cepat.
Gubernur Kalimantan Selatan juga memerintahkan rumah sakit memprioritaskan penanganan korban. Data korban masih dapat diperbarui seiring pencarian yang terus berlangsung.
Data Resmi Terbaru (Senin Pagi, 14 September 2026)
| Rute | Surabaya – Banjarmasin |
| Total penumpang | 243 orang |
| Berangkat | Sabtu, 12 September 2026, 10.33 WIB dari Pelabuhan Surabaya |
| Hilang kontak | Minggu, 13 September 2026, 02.00 WITA di perairan Masalembo, Laut Jawa |
| Selamat (dievakuasi) | 107 orang |
| Meninggal dunia | 6 orang |
| Masih dalam pencarian | 130 orang |
| Armada SAR | 15 unit (11 kapal, 1 helikopter, 3 pesawat) |
Unsur SAR yang Terlibat
- KN SAR Laksamana (Basarnas)
- KRI Nala (TNI Angkatan Laut)
- KN Kunyit (Distrik Navigasi)
- TB Mahausaha 9, TB TCP, MP Haida
- Kapal Pelindo dan 3 kapal Polri
Sebagian penumpang yang dievakuasi dibawa ke Pelabuhan Tuban, Jawa Timur, sebagian lain ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin — tempat keluarga korban berkumpul menanti kabar.
Santunan Jasa Raharja
- Santunan meninggal dunia: Rp50 juta per korban, diserahkan kepada ahli waris yang sah
- Jaminan biaya perawatan: maksimal Rp20 juta per korban, ditanggung di RSUD Ulin, RS TPT, dan RS Sultan Suryansyah
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan.
Data korban masih dapat berubah karena proses pencarian masih berlangsung.