Pemuda Singapura Akui Rampok Bitcoin Rp 4,3 Triliun, Rekrut Tim via Game Online
NARAWARTA.COM — Lam merekrut sejumlah kaki tangan melalui platform game online. Ia lalu membagi peran: sebagian mencari target orang kaya, sebagian lain menyamar sebagai staf dukungan Google dan Gemini.
Bagaimana Modus Pencurian Dijalankan
Kelompok ini menipu korban agar menyerahkan kode yang melindungi dompet kripto mereka. Setelah akses didapat, Lam menyedot jutaan bitcoin dari dompet tersebut.
Dana curian kemudian dicuci oleh spesialis pencucian uang selama berbulan-bulan melalui proses berlapis yang rumit. Pola ini membuat jejak transaksi sulit dilacak otoritas.
Usia Anggota dan Identitas Samaran
Sebagian besar anggota kelompok berusia sekitar 20 tahun hingga awal 20-an. Lam sendiri berganti-ganti nama samaran, termasuk Anne Hathaway, $$$, dan King Greavy, sebelum agen FBI mendobrak pintu rumah mewahnya di Miami pada September 2024.
Belanja Mewah dari Hasil Curian
Bitcoin curian dipakai untuk belanja besar-besaran. Mereka menyewa rumah mewah di Miami dan Hamptons, menerbangkan jet pribadi, serta menghabiskan lebih dari USD 569 ribu atau sekitar Rp 10 miliar dalam satu malam di sebuah klub di Los Angeles.
Sejumlah barang mewah turut diboyong, mulai dari 30 mobil super mewah, tas Hermes Birkin yang disodorkan ke kerumunan klub malam, hingga jam tangan senilai USD 500 ribu.
Ancaman Hukuman dan Respons Hakim
Lam menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara. Tanggal penetapan hukumannya belum diumumkan, dilansir Dexerto, Minggu (13/9/2026).
"Saat saya mendengarkan bukti-bukti tersebut, saya hanya bisa teringat pada Ferris Bueller yang menjadi jahat," kata Hakim Pengadilan Distrik AS, Alicia Valle, pada penampilan pertama Lam di pengadilan, merujuk pada film tahun 1986 tentang seorang remaja yang berpura-pura sakit untuk berkendara ugal-ugalan di sekitar Chicago.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden keamanan aset kripto global yang memanfaatkan rekayasa sosial, bukan eksploitasi teknis blockchain. Bagi pengguna dompet kripto di Indonesia, pola penipuan serupa lewat penyamaran staf dukungan resmi menjadi peringatan agar tidak pernah membagikan seed phrase atau kode verifikasi kepada siapa pun.