Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi Lagi, 700 Penerbangan Mulai Terbang Normal

Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi penuh pada Selasa (8/9/2026) pukul 06.00 WIB setelah sempat ditutup akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Penulis: Farah
Selasa, 08 September 2026 | 15:24:01 WIB

NARAWARTA.COM — Bandara internasional tersibuk di Indonesia ini resmi membuka kembali layanan penerbangan pada Selasa (8/9/2026) pukul 06.00 WIB. Manajemen PT Angkasa Pura II memastikan seluruh maskapai telah diizinkan beroperasi setelah hasil evaluasi meteorologi menunjukkan arah angin mulai menjauhi kawasan landasan pacu.

Keputusan ini diambil setelah koordinasi antara AirNav Indonesia, BMKG, dan otoritas bandara. Sebelumnya, Bandara Soekarno-Hatta menutup operasional sejak Minggu (6/9) malam karena sebaran abu vulkanik mengganggu visibilitas dan berisiko merusak mesin pesawat.

Ratusan Penerbangan Susulan Mulai Diberangkatkan

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Dwi Ananda, menyatakan total 700 penerbangan domestik dan internasional dijadwalkan berangkat pada hari pertama pembukaan kembali. "Kami mengoperasikan seluruh runway dan meminta maskapai menambah frekuensi untuk mengakomodasi penumpang yang tertunda," ujarnya di ruang kontrol operasional, Selasa (8/9).

Pantauan di Terminal 3 keberangkatan, antrean calon penumpang mengular sejak pukul 05.30 WIB. Sebagian besar adalah penumpang yang gagal terbang pada Senin (7/9) dan memilih menunggu di area bandara daripada kembali ke kota.

Dampak Penutupan ke Ribuan Penumpang

Penutupan dua hari menyebabkan 1.240 penerbangan dibatalkan dan memengaruhi sekitar 180.000 calon penumpang. Maskapai membuka layanan pengembalian tiket penuh tanpa biaya serta opsi rescheduling hingga 14 hari ke depan.

Beberapa calon penumpang tujuan internasional seperti Kuala Lumpur dan Singapura sempat dialihkan ke Bandara Kertajati di Majalengka selama masa penutupan. Kini, rute tersebut kembali dilayani langsung dari Tangerang.

Kronologi Penutupan Akibat Abu Krakatau

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai 2.500 meter pada Minggu (6/9) sore. Angin bertiup ke arah barat laut membawa partikel abu menuju wilayah udara Banten dan Jakarta, memaksa otoritas penerbangan menutup bandara demi keselamatan.

BMKG mencatat sebaran abu tipis sempat mencapai ketinggian terbang pesawat di jalur pendekatan. Kondisi ini berbeda dengan erupsi besar 2018 yang memicu tsunami Selat Sunda, sehingga respons kali ini lebih cepat dan terukur.

Informasi bagi Penumpang yang Baru Berangkat

Bagi traveler yang hendak terbang dalam beberapa hari ke depan, sebaiknya memantau status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai atau akun media sosial @officialAP2. Pihak bandara juga menyediakan posko informasi di setiap terminal untuk membantu penumpang yang membutuhkan konfirmasi jadwal.

Manajemen mengimbau penumpang tiba tiga jam sebelum jadwal keberangkatan mengingat volume penumpang yang masih tinggi. Layanan kereta bandara dan taksi beroperasi normal tanpa pembatasan.

Untuk kondisi terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau, wisatawan dapat memantau laporan harian PVMBG melalui situs resmi atau aplikasi Magma Indonesia. Jika erupsi kembali terjadi dengan intensitas tinggi, potensi penutupan ulang tetap ada meski otoritas berharap skenario itu tidak terulang dalam waktu dekat.

Reporter: Farah