Lapas Pekanbaru Gandeng BPBD dan Damkar Kota untuk Perkuat Kesiapsiagaan Bencana dan Kebakaran
PEKANBARU — Jajaran Pemasyarakatan Pekanbaru bergerak cepat membangun sinergi dengan instansi penanggulangan bencana di Kota Pekanbaru. Kunjungan dan koordinasi dilakukan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat di lingkungan lapas dan rutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Kepala Lapas Narkotika Rumbai, Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru, serta Kepala Rumah Tahanan Negara Pekanbaru.
Koordinasi dengan BPBD Fokus pada Langkah Mitigasi
Dalam pertemuan dengan BPBD, pembahasan diarahkan pada langkah mitigasi dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang bisa berdampak pada lingkungan lapas dan rutan. Sementara itu, koordinasi dengan DPKP Kota Pekanbaru menyasar kesiapan menghadapi ancaman kebakaran, termasuk memastikan dukungan pemadaman dan penyelamatan.
Mengapa Komunikasi Dini dengan Instansi Terkait Penting?
Eko Ari Wibowo menekankan bahwa membangun komunikasi sejak awal merupakan bagian penting dari upaya pencegahan dan penanganan keadaan darurat. Ia menilai kondisi darurat di lingkungan pemasyarakatan memiliki kompleksitas tersendiri karena menyangkut keselamatan warga binaan, petugas, serta keberlangsungan fungsi sarana dan prasarana.
"Koordinasi ini merupakan langkah antisipatif. Kita ingin memastikan apabila terjadi kondisi darurat, komunikasi dengan instansi terkait sudah terbangun dengan baik sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," ujar Eko, Selasa, 8 September 2026.
"Kita tidak ingin menunggu sampai terjadi kejadian baru kemudian berkoordinasi. Jalur komunikasi dan sinergi harus dibangun sejak sekarang, sehingga ketika dibutuhkan, seluruh pihak sudah memahami peran dan langkah yang harus dilakukan," tegasnya.
Apa Prioritas Utama dalam Penanganan Darurat di Lapas?
Kesiapan tidak hanya dibangun dari sisi internal. Dukungan dan koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan dalam penanganan bencana, pemadaman kebakaran, maupun penyelamatan dinilai sama pentingnya. Pertemuan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat hubungan kelembagaan antara jajaran Pemasyarakatan dengan BPBD dan DPKP Kota Pekanbaru.
Sinergi ini dinilai krusial karena penanganan bencana membutuhkan respons cepat dan terpadu. Setiap instansi diharapkan bergerak sesuai tugas dan kewenangannya sehingga potensi risiko dapat ditekan sedini mungkin.
"Yang paling utama adalah keselamatan. Warga binaan, petugas, maupun sarana prasarana harus mendapatkan perlindungan dan penanganan yang maksimal ketika menghadapi situasi darurat," tegas Eko.
Komitmen Keberlanjutan: Evaluasi Berkala untuk Deteksi Dini
Jajaran Lapas Pekanbaru berkomitmen menjaga komunikasi secara berkelanjutan dengan BPBD, DPKP, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi dan evaluasi berkala akan dilakukan sebagai bagian dari penguatan mitigasi, deteksi dini, kesiapsiagaan, hingga kemampuan respons petugas apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
Dengan kolaborasi lintas instansi yang semakin kuat, Lapas Pekanbaru berharap kesiapsiagaan menghadapi bencana dan kebakaran terus meningkat. Upaya ini menjadi wujud komitmen Pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, tanggap, dan mampu merespons setiap kondisi darurat secara cepat, tepat, serta terkoordinasi.