PT Konimex Buka Rekrutmen 23 Posisi September 2026, Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1
NARAWARTA.COM — Perusahaan farmasi PT Konimex Pharmaceutical Laboratories membuka lowongan kerja 23 posisi dengan jenjang pendidikan mulai dari SMA/SMK hingga S1. Lowongan ini dibuka pada September 2026 untuk penempatan di pabrik Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan salah satu posisi yang paling banyak dicari adalah petugas produksi.
Kualifikasi Petugas Produksi dan Fasilitas Shift Kerja
Posisi Petugas Produksi terbuka untuk pria dan wanita lulusan SMA/SMK semua jurusan. Pelamar juga harus bersedia bekerja secara shift dan sehat jasmani maupun rohani, sebagaimana diumumkan dalam laman resmi karier perusahaan.
Perusahaan yang didirikan oleh Djoenaedi Joesoef ini berlokasi di kawasan industri Sukoharjo, Jawa Tengah. Selain memproduksi obat-obatan, PT Konimex juga bergerak di bidang bahan kimia, alat laboratorium, dan alat kedokteran.
Sebaran 23 Posisi di Berbagai Divisi dan Latar Belakang Pendidikan
Selain Petugas Produksi, perusahaan membuka posisi Asisten Analis serta sejumlah lowongan lain di bidang produksi, quality control, hingga administrasi. Total ada 23 posisi yang tersebar di berbagai divisi dengan persyaratan berbeda-beda.
Jenjang pendidikan yang diterima bervariasi. Pelamar dari lulusan SMA/SMK sederajat, D3, hingga S1 memiliki kesempatan yang sama, tergantung pada posisi yang dilamar.
Cara Melamar dan Batas Waktu Pendaftaran
Manajemen PT Konimex menyarankan pelamar untuk mengecek informasi resmi melalui laman karier perusahaan atau kanal rekrutmen resmi lainnya. Detail kualifikasi spesifik, tata cara melamar, dan batas waktu pendaftaran tersedia lengkap di kanal tersebut.
Penting bagi pelamar untuk memastikan keaslian informasi lowongan ini. Perusahaan farmasi kerap menjadi sasaran penipuan berkedok rekrutmen yang meminta sejumlah uang kepada kandidat.
Perusahaan yang telah beroperasi lebih dari lima dekade ini terus memperluas lini produksinya di Soloraya. Pembukaan lowongan dalam jumlah besar pada September 2026 mengindikasikan adanya kebutuhan tenaga kerja baru untuk mendukung operasional pabrik.