Kebakaran Hutan Landa Kaki Gunung Guntur dan Cikuray Garut, 5 Hektare Lahan Perhutani Terbakar
GARUT — Api melahap sedikitnya lima hektare kawasan hutan Perhutani di lereng Gunung Cikuray serta enam titik lahan di kaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut. Petugas gabungan bergerak cepat memutus penjalaran api agar tidak merembet ke perkampungan penduduk di wilayah lereng gunung.
Titik kebakaran mula-mula terdeteksi di kawasan kaki Gunung Guntur, tepatnya di Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, sejak Sabtu siang. Sementara kobaran api lainnya terpantau muncul di lereng Gunung Cikuray, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, pada Sabtu malam.
Aparat memfokuskan pemadaman pada titik-titik yang paling rawan menjangkau pemukiman sebelum memperluas penyekatan ke kawasan punggungan bukit.
"Titik yang berada dekat dengan pemukiman menjadi prioritas untuk mencegah api meluas dan membahayakan masyarakat," kata Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi di Garut, Minggu.
Medan Curam di Kaki Gunung Guntur Dipadamkan Manual
Operasi pemadaman di lereng Gunung Guntur menghadapi kendala medan yang terjal. Armada truk tangki Dinas Pemadam Kebakaran tidak bisa menembus jalur menuju titik api di Desa Rancabango.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Garut, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Disdamkar terpaksa mengandalkan alat semprot portabel. Petugas juga membuat parit pembatas tanah secara manual untuk menghentikan laju api.
"Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman secara bertahap dengan menggunakan peralatan yang tersedia," tutur Susilo Adhi.
Api di sektor Tarogong Kaler berhasil dijinakkan menjelang Sabtu petang. Petugas memastikan bara api tidak sampai menyentuh kawasan permukiman di bawah lereng.
"Kami juga terus melakukan monitoring di seluruh titik untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun kemungkinan api meluas ke area lainnya," ujar Susilo Adhi.
Lima Hektare Lahan Perhutani Cikuray Terbakar, Jalur Ditempuh Dua Jam
Di wilayah Cikajang, amukan api membakar sekitar lima hektare lahan hutan milik Perhutani di kawasan Gunung Cikuray. Lokasi titik api terbilang terisolasi dari akses jalan raya utama.
Petugas bersama warga harus berjalan kaki sekitar dua jam melintasi jalur berisiko untuk tiba di titik kebakaran Desa Mekarjaya. Armada pemadam sama sekali tidak memiliki jalur perlintasan ke puncak lereng tersebut.
Menjelang tengah malam, kobaran api di kawasan Cikuray akhirnya berhasil dipadamkan. Tim gabungan membuat parit batas tanah guna melokalisasi kobaran agar tidak merembet ke vegetasi kering di sekitarnya.
"Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses pendataan," kata Susilo Adhi.
Meski seluruh kobaran utama telah padam, personel gabungan masih disiagakan untuk memantau potensi titik asap baru akibat tiupan angin kencang di dataran tinggi Garut.