Nscale Kumpulkan Dana Rp 56 Triliun Jelang IPO, Garap Kontrak Rp 774 Triliun dengan Anthropic
NARAWARTA.COM — Langkah Nscale untuk melantai di bursa kian dekat. Setelah mengamankan kontrak senilai US$ 45 miliar (sekitar Rp 742 triliun) dengan Anthropic, perusahaan rintisan yang baru berdiri dua tahun lalu ini dikabarkan tengah mencari tambahan modal dari sejumlah investor besar.
Rincian Pendanaan Pra-IPO
Menurut laporan Bloomberg pada Jumat lalu, Nscale berencana menjual obligasi konversi senilai US$ 1,5 miliar kepada sekelompok investor. Obligasi konversi adalah jenis utang yang bisa diubah menjadi saham perusahaan di kemudian hari.
Selain itu, perusahaan juga dikabarkan meminta pendanaan tambahan sebesar US$ 2 miliar langsung dari Nvidia. Jika terealisasi, total dana yang dihimpun mencapai US$ 3,5 miliar.
Kedekatan dengan Nvidia dan Investor Eropa
Nvidia bukan nama asing bagi Nscale. Perusahaan pembuat chip tersebut sebelumnya ikut serta dalam putaran pendanaan Seri B pada Maret lalu. Kala itu, Nscale berhasil mengumpulkan dana sebesar US$ 1,1 miliar yang dipimpin oleh dana investasi asal Norwegia, Aker. Nscale menyebut putaran tersebut sebagai "putaran Seri B terbesar dalam sejarah Eropa".
Jejak pendanaan Nscale dimulai dari putaran Seri A pada Desember 2024 yang meraup US$ 155 juta. TechCrunch telah menghubungi Nscale dan Nvidia untuk meminta komentar mengenai kabar pendanaan terbaru ini.
Kontrak Raksasa dan Proyeksi Pendapatan
Kabar penggalangan dana ini muncul tak lama setelah Nscale mengumumkan kesepakatan besar dengan Anthropic, pengembang model AI Claude, yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 45 miliar. Kesepakatan senilai itu menjadikan Nscale salah satu pemain kunci dalam rantai pasok infrastruktur AI global.
Lebih jauh, The Information melaporkan bahwa Nscale telah menyampaikan kepada calon investor bahwa perusahaan memiliki proyeksi pendapatan sekitar US$ 103 miliar setelah kesepakatan dengan Anthropic tersebut. Perlu dicatat, angka tersebut bukanlah pendapatan aktual saat ini, melainkan proyeksi berdasarkan kontrak sewa yang telah ditandatangani pelanggan.
Komputasi sebagai Mata Uang Baru
Pertumbuhan pesat Nscale mencerminkan tren besar di industri teknologi saat ini, di mana daya komputasi untuk pengembangan AI telah menjadi komoditas yang diperebutkan. Startup infrastruktur AI seperti Nscale mendapat berkah dari gelombang investasi besar-besaran perusahaan teknologi yang berlomba membangun model AI yang lebih canggih.
Bagi pengguna di Indonesia, perkembangan ini menjadi penanda bahwa biaya pengembangan AI di masa depan akan sangat dipengaruhi oleh pemain infrastruktur semacam Nscale. Semakin banyak penyedia komputasi yang masuk, semakin kompetitif pula harga layanan AI yang pada akhirnya bisa dinikmati konsumen.