Karhutla Riau Kembali Meluas, Api Padam Mendadak Hidup Lagi di Inhu dan Bengkalis, Tiga Daerah Kini Terkepung Asap

Petugas memadamkan api yang kembali menyala di areal lahan gambut Sungai Guntung Hilir, Indragiri Hulu, Riau, Kamis (tanggal).
Penulis: Galih
Jumat, 04 September 2026 | 15:33:31 WIB

PEKANBARU — Upaya pemadaman karhutla di Riau berhadapan dengan fenomena yang memusingkan: lahan yang dinyatakan padam mendadak menyala kembali. Kondisi ini membuat Satgas Karhutla ketergantungan pada armada udara karena tim darat kesulitan menembus lokasi yang terisolasi.

Mengapa Api Kembali Hidup di Riau?

Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Edy Afrizal, mengungkapkan bahwa areal Sungai Guntung Hilir di Indragiri Hulu sebenarnya telah dipadamkan, tetapi api kembali mengamuk pada Kamis kemarin. Hal serupa terjadi di Pematang Pudu, Bengkalis, yang sebelumnya hanya menyisakan kepulan asap tipis di atas tanah hangus.

"Di Sungai Guntung Hilir sebelumnya sempat padam, tetapi hari ini kembali menyala," ujar Edy.

"Di Pematang Pudu juga sebelumnya sempat padam, tinggal asap tipis di bekas areal terbakar. Tapi hari ini kembali berkobar," sambungnya.

Rapuhnya status padam ini menunjukkan bahwa api yang membara di bawah permukaan gambut masih menyimpan bara yang sewaktu-waktu bisa muncul ke permukaan.

Waterbombing Andalan, Akses Darat Terhambat

Helikopter waterbombing difokuskan untuk membombardir lokasi yang kembali menyala di Rantau Mempesai dan Sungai Guntung Hilir, Indragiri Hulu. Sementara itu, armada udara lainnya dialihkan untuk menerjang kawasan Pinggir dan Pematang Pudu di Bengkalis yang kembali membara hebat.

Edy menegaskan bahwa pengerahan moda udara menjadi penopang utama karena minimnya akses jalan dan jarak lokasi kebakaran yang jauh dari sumber air bagi personel darat.

"Pemadaman melalui udara ini untuk mendukung tim darat dari berbagai unsur, baik TNI, Polri, Manggala Agni maupun BPBD. Helikopter waterbombing kita fokuskan di titik-titik yang aksesnya sulit dijangkau tim darat, termasuk area yang jauh dari sumber air," pungkasnya.

Front Kebakaran Baru di Kepulauan Meranti

Di tengah perjuangan memadamkan api yang timbul-tenggelam, petugas juga dihadapkan pada ancaman meluasnya kebakaran. Titik api baru terdeteksi di Desa Gemala Sari, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang kini tengah diupayakan agar tidak menyebar ke area lain.

Gabungan personel dari TNI, Polri, Manggala Agni, hingga BPBD dikerahkan untuk menangani karhutla. Namun, benteng alam yang terisolasi membuat pemadaman dari darat menjadi tidak efektif di sejumlah titik, sehingga peran helikopter waterbombing menjadi krusial untuk memutus rantai api yang terus bermunculan.

Reporter: Galih