Yogyakarta dan Lombok Disiapkan Jadi Alternatif Wisata bagi Turis India

Enam agen perjalanan India mengikuti program familiarization trip ke Yogyakarta dan Lombok pada 18–24 Agustus 2026.
Penulis: Rendra
Jumat, 04 September 2026 | 14:48:01 WIB

NARAWARTA.COM — Menjual Indonesia ke pasar India tidak melulu soal Bali. Kementerian Pariwisata mengarahkan enam agen perjalanan India ke Yogyakarta dan Lombok lewat program familiarization trip yang berlangsung pada 18–24 Agustus 2026. Para peserta berasal dari perusahaan seperti Thomas Cook (India) Limited, SOTC Travel Limited, Flag Holidays, dan Wayfarers Hub.

Rombongan dibagi menjadi dua kelompok dengan rute berbeda. Grup A menyusuri Yogyakarta–Bali, sementara Grup B mengeksplorasi Lombok–Bali. Keduanya kemudian bertemu di Pulau Dewata untuk bersama-sama menilai sejumlah daya tarik wisata.

Jalur Yogyakarta: Kereta Panoramic, Borobudur, dan Ramayana

Grup A yang membawa tiga agen India diajak merasakan perjalanan menuju Yogyakarta menggunakan Kereta Panoramic. Jendela kaca berukuran besar memungkinkan penumpang menikmati pemandangan alam sepanjang perjalanan. Konsep ini dianggap relevan dengan tren wisatawan yang mencari pengalaman unik dan berkesan.

Setibanya di Yogyakarta, para agen mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Prambanan, dua warisan budaya dunia yang menjadi ikon utama daerah itu. Malam harinya mereka menyaksikan Sendratari Ramayana Ballet, pertunjukan tari yang mengangkat kisah Ramayana. Rangkaian wisata budaya kemudian dilengkapi workshop pembuatan jamu tradisional di Jogjamu dan kunjungan ke situs Taman Sari.

Apa yang Dicari Agen India dari Yogyakarta?

Pelaku industri perjalanan India melihat Yogyakarta memiliki daya tarik kuat untuk segmen keluarga, wisatawan senior, serta kelompok dengan minat budaya dan spiritual. Kedekatan historis Indonesia–India melalui warisan Hindu-Buddha dan kisah Ramayana menjadi nilai jual utama. Aktivitas wellness seperti pembuatan jamu juga dinilai bisa memperkaya cerita produk wisata.

Namun ada catatan yang perlu diperkuat. Konektivitas, pilihan kuliner yang sesuai selera India, paket perjalanan keluarga, serta produk budaya, edukasi, dan MICE masih perlu didorong agar Yogyakarta semakin mudah dipasarkan ke India.

Jalur Lombok: Gili Trawangan untuk Wisatawan Muda

Grup B menyeberang ke Gili Trawangan menggunakan fast boat dari Pelabuhan Padang Bai, Bali. Selama di pulau bebas kendaraan bermotor ini, para agen mencoba snorkeling untuk melihat penyu, berkeliling memakai e-bike, hingga menaiki cidomo, transportasi tradisional beroda yang ditarik kuda.

Gili Trawangan dinilai berpotensi besar menarik wisatawan muda India berusia 25–45 tahun yang bepergian bersama teman. Daya tarik pantai, kehidupan malam, beach club, dan akomodasi dari hostel hingga vila dianggap cocok dengan minat mereka. Karakter kawasan yang tenang tanpa kendaraan bermotor menjadi nilai lebih yang dicari wisatawan yang ingin lepas dari keramaian Bali.

Kombinasi Paket yang Mulai Terbentuk

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini berharap hasil familiarization trip ini mendorong agen India menyusun paket wisata yang menggabungkan Yogyakarta dan Lombok dengan Bali. “Kedua destinasi tersebut memiliki potensi untuk dikombinasikan dengan Bali yang sudah lebih dahulu menjadi salah satu destinasi utama pilihan wisatawan India,” ujarnya di Jakarta, Kamis (3/8/2026).

Bagi wisatawan domestik, perkembangan ini berarti pilihan paket liburan ke Yogyakarta dan Lombok akan semakin beragam seiring masuknya pasar India. Infrastruktur pendukung seperti konektivitas dan fasilitas wisata pun berpotensi naik kelas.

Reporter: Rendra