NARAWARTA.COM — Kabar ini diumumkan Microsoft lewat blog resmi pada 1 September 2026. Perusahaan menegaskan bahwa PC yang sebelumnya sudah mematikan fitur ini secara sengaja "tidak akan diubah secara otomatis oleh rollout ini," sehingga preferensi pengguna tetap dihormati.
Apa Itu Memory Integrity dan Mengapa Penting?
Memory Integrity, atau dikenal juga sebagai Hypervisor-Protected Code Integrity (HVCI), adalah teknologi keamanan yang sudah ada sejak era Windows 10. Awalnya dirilis sebagai bagian dari fitur Device Guard untuk kalangan enterprise.
Fungsinya cukup krusial: memindahkan pemeriksaan integritas kode di level kernel ke lingkungan terisolasi menggunakan Virtualization-based Security (VBS) dan hypervisor Windows. Dengan begitu, kode berbahaya atau driver tak tepercaya lebih sulit dieksekusi di kernel—area paling sensitif sistem operasi.
Pada Windows 11, fitur ini memang sudah aktif secara default di instalasi bersih yang memenuhi syarat hardware serta pada perangkat Secured-core PC. Oktober nanti kebijakan itu diperluas ke perangkat lama yang di-upgrade.
Sinyal Kesiapan Perangkat Jadi Penentu
Sebelum mengaktifkan proteksi, Windows akan menilai perangkat lewat "readiness signals" yang mencakup kemampuan hardware, kompatibilitas driver, dan performa. Ini penting karena tidak semua PC langsung bisa menjalankan fitur ini tanpa hambatan.
Persyaratan yang berlaku saat ini untuk Windows 11 22H2 antara lain prosesor Intel generasi ke-8 atau lebih baru, AMD Zen 2 atau lebih baru, RAM minimal 8GB untuk sistem x64, SSD 64GB, driver kompatibel, dan virtualisasi hardware yang aktif. Aktivasi otomatis sebelumnya hanya berlaku untuk instalasi bersih, bukan perangkat hasil upgrade.
Apa Dampaknya ke Performa Gaming?
Inilah sisi yang paling menarik perhatian gamer. Microsoft sendiri sudah mengakui sejak 2022 bahwa Memory Integrity dan Virtual Machine Platform bisa memengaruhi performa gaming di sejumlah konfigurasi Windows 11. Panduan resmi mereka bahkan menyarankan gamer yang mengutamakan framerate untuk menonaktifkan sementara proteksi ini saat bermain—dengan catatan risiko keamanan meningkat.
Besar kecilnya dampak performa bergantung pada hardware. Prosesor generasi baru dengan dukungan fitur akselerasi hardware untuk isolasi cenderung lebih ringan. Sebaliknya, CPU lama yang mengandalkan emulasi software bakal merasakan penurunan lebih signifikan.
Faktor kompatibilitas juga ikut menentukan. Microsoft mendokumentasikan berbagai kasus di mana driver atau software—termasuk solusi anti-cheat game tertentu—tidak kompatibel dan menghalangi aktivasi fitur ini.
Yang Perlu Dilakukan Pengguna
Bagi mayoritas pengguna, perubahan Oktober ini tidak menuntut tindakan apa pun. Perangkat yang memenuhi syarat akan dievaluasi dan diperbarui secara otomatis. Kebijakan administrator dan pilihan pengguna sebelumnya tetap berlaku.
Gamer yang sebelumnya sudah mematikan Memory Integrity demi performa bisa bernapas lega—pengaturan mereka tidak akan diubah paksa oleh rollout ini. Namun bagi yang PC-nya baru akan diaktifkan fitur ini dan merasa performa gaming terganggu, opsi untuk mematikannya secara manual tetap tersedia di Windows Security > Device Security > Core Isolation. Keputusan tetap di tangan pengguna, sesuai prioritas antara keamanan sistem dan kecepatan frame.