KAI Investasi Rp14,88 Triliun Beli 612 Kereta Baru hingga LRT dari INKA

KAI mengalokasikan investasi Rp14,88 triliun untuk pengadaan 612 unit kereta baru dari INKA.
Penulis: Farah
Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:04:31 WIB

NARAWARTA.COM — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalokasikan dana investasi hingga Rp14,88 triliun untuk pengadaan sarana perkeretaapian buatan PT Industri Kereta Api (INKA). Nilai kontrak itu mencakup pembelian kereta antarkota generasi baru, Commuter Line, LRT Jabodebek, kereta luxury, hingga gerbong barang. Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat industri perkeretaapian nasional sekaligus memenuhi kebutuhan operasional KAI Group.

Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan anggaran besar untuk memperbarui armadanya. Berdasarkan nilai kontrak yang dihimpun, total pengadaan sarana perkeretaapian dari INKA berkisar Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun. Investasi ini mencakup sejumlah proyek strategis yang akan berjalan dalam beberapa tahun ke depan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan pengadaan sarana perkeretaapian tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan perencanaan jangka panjang agar setiap unit yang dipesan tiba sesuai jadwal operasional.

"Pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas yang konsisten, dan ketepatan penyelesaian. KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional," ujar Anne dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).

Rincian Pesanan Kereta dan Gerbong

Proyek terbesar dalam kerja sama ini adalah pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation dengan nilai kontrak Rp5,5 triliun. Seluruh unit tersebut akan disusun menjadi 56 rangkaian untuk program penggantian sarana periode 2023–2027.

Selain kereta antarkota, KAI Group memesan sarana Commuter Line baru beserta retrofit atau peremajaan unit lama. Ada pula 31 rangkaian LRT Jabodebek yang masuk dalam daftar pengadaan.

Untuk segmen premium, KAI menyiapkan 10 kereta luxury ditambah satu unit cadangan perawatan. Sementara untuk angkutan barang, perusahaan memesan 1.125 gerbong datar yang akan beroperasi di Sumatra Selatan.

Dorongan bagi Industri Dalam Negeri

Pembelian langsung dari INKA memberi dampak nyata bagi rantai pasok manufaktur dalam negeri. Sebagai produsen kereta api milik negara, INKA menyerap tenaga kerja dan komponen lokal dalam proses produksinya.

Kontrak berdurasi multiyear ini juga memberi kepastian jadwal produksi bagi INKA. Pabrik di Madiun bisa merencanakan kapasitas, pengadaan bahan baku, dan jadwal pengiriman tanpa tergantung pesanan mendadak.

Bagi KAI, penambahan armada ini berfungsi menjaga keandalan layanan. Peremajaan sarana commuter dan penggantian kereta antarkota mengurangi risiko gangguan operasional akibat unit yang menua.

Target Penyelesaian dan Kelanjutan Program

Program penggantian sarana kereta Stainless Steel New Generation ditargetkan rampung bertahap hingga 2027. KAI Group dan INKA memastikan setiap rangkaian diselesaikan sesuai jadwal yang disepakati.

Nilai investasi Rp14,88 triliun menempatkan pengadaan ini sebagai salah satu belanja modal terbesar KAI dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan memesan dari INKA sekaligus menegaskan posisi KAI sebagai penopang utama industri perkeretaapian nasional.

Reporter: Farah