Docuseries Tyson Tayang di Netflix, Kisah Mike Tyson Versi Dirinya Sendiri

Mike Tyson menjadi subjek docuseries empat bagian berjudul Tyson yang tayang di Netflix.
Penulis: Wahyu
Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:03:01 WIB

NARAWARTA.COM — Mike Tyson kembali menjadi subjek docuseries empat bagian berjudul Tyson yang tayang di Netflix, disutradarai Floyd Russ. Proyek ini menelusuri perjalanan petinju tersebut dari masa kecil keras di Brooklyn hingga menjadi juara heavyweight termuda, lalu melewati puluhan tahun masalah yang ia ciptakan sendiri. Docuseries ini disebut-sebut sebagai versi Tyson yang paling jujur, meski bukan yang pertama ia sampaikan ke publik.

Proyek ini bukan yang pertama bagi Tyson. Ia sudah pernah menjadi pusat dokumenter Animal Planet soal kecintaannya pada merpati, serial animasi Adult Swim, pertunjukan panggung tentang hidupnya, hingga seri terbatas Hulu berjudul Mike pada 2022.

Sinopsis: Dari Brooklyn ke Ring Tinju

Russ menelusuri fakta-fakta yang sudah dikenal soal Tyson. Masa mudanya di Brooklyn yang penuh masalah, sejumlah pelanggaran hukum saat remaja, sampai sebuah fasilitas pembinaan pemuda tempat ia menemukan tinju dan bertemu pelatih legendaris Cus D'Amato.

Dari titik itu, kamera mengikuti naik-turun karier Tyson di ring. Ia menjadi juara heavyweight termuda, lalu jatuh lewat persidangan kasus pemerkosaan, kekacauan duel melawan Evander Holyfield, kematian tragis putrinya, kecanduan narkoba, masa pemulihan, hingga kekambuhan.

Hampir tidak ada topik yang benar-benar tabu. Tapi sebagian besar pembahasan dikendalikan oleh kapan Tyson mau terbuka dan kapan ia menatap sutradara dengan ancaman agar mencari pertanyaan lain. Russ beberapa kali memilih mengalihkan arah wawancara.

Pernyataan Tyson Soal Pernikahan dan Tuduhan

Tyson bersedia membahas pernikahannya dengan Robin Givens yang berakhir buruk. Ia mengakui sejumlah bentuk kekerasan, tapi menghindari konfirmasi atas tuduhan lain. Soal tuduhan pemerkosaan di Indianapolis, satu kalimat bantahan adalah semua yang penonton dapatkan.

Givens dan Desiree Washington memilih tidak tampil atau tidak merespons permintaan wawancara. Tanpa kehadiran mereka, versi Tyson menjadi satu-satunya narasi yang tersaji di layar.

Kontradiksi yang Sulit Dilihat Sebelumnya

Tyson tampil sebagai sosok yang sulit ditebak. Ia bisa menakutkan, lucu, ramah, menjijikkan, reflektif, sekaligus dangkal dalam hitungan menit. Ia tertawa pada hal-hal yang seharusnya tidak ditertawakan, dan beberapa kali hanya bisa menyampaikan kesedihan tanpa kata-kata di tiap episode.

Bagi penonton yang belum pernah menyaksikan penggambaran dirinya sebelumnya, kualitas luka terbuka Tyson bisa terasa mengungkap. Ia tampak nyaman berbicara dengan Russ, meski tak jelas apakah ia akan sama terbukanya jika berbicara dengan lawan bicara lain.

Empat Jam yang Akrab bagi Penggemar Berat

Bagi yang sudah lama mengikuti Tyson, empat jam ini terasa sangat akrab. Struktur berceritanya mengikuti formula yang sudah sering dipakai, dan tidak banyak informasi baru atau sudut pandang segar yang muncul, karena Tyson sudah berkali-kali menyampaikan versinya sendiri.

Yang membuatnya tetap sulit ditinggalkan adalah kerapuhan dan ledakan emosinya. Sebagian orang mungkin muak dengan panggung besar yang terus diberikan kepada petinju bermasalah ini, tapi mereka kemungkinan besar tidak akan menontonnya sama sekali.

Docuseries Tyson menambah panjang daftar proyek yang membiarkan Tyson menceritakan hidupnya dengan caranya sendiri. Netflix menempatkannya sebagai tontonan empat bagian yang bisa disaksikan penonton Indonesia lewat platform streaming tersebut.

Reporter: Wahyu