BYD Atto 1 Terlaris September 2026, tapi Toyota Masih Rajai Pasar

BYD Atto 1 mencatat 4.840 unit wholesales pada September 2026 dan menempati posisi teratas daftar mobil terlaris Indonesia.
Penulis: Farah
Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:02:01 WIB

NARAWARTA.COM — BYD Atto 1 menutup September 2026 sebagai mobil terlaris Indonesia dengan 4.840 unit wholesales, disusul Toyota Avanza 3.872 unit dan Jaecoo J5 EV 3.276 unit. Dari data Gaikindo, dua dari tiga model teratas sudah bertenaga listrik, tapi dominasi merek tetap dipegang Toyota dengan 21.877 unit. Ada catatan penting: wholesales Atto 1 turun 12,9 persen dari Agustus, sementara Avanza justru naik 12,5 persen.

Data wholesales Gaikindo September 2026 menempatkan total pengiriman pabrik ke dealer di angka 79.540 unit, turun 2,7 persen dibanding Agustus. Sementara retail—penjualan dealer ke konsumen—tercatat 81.243 unit. Selisih ini penting dibaca: pasar tidak sedang tumbuh kencang, tapi juga tidak kolaps.

Yang menarik justru komposisi di puncak daftar. Empat mobil listrik berhasil masuk 20 besar, dan totalnya menyumbang 10.861 unit atau 26,8 persen dari seluruh model terlaris. Angka itu cukup besar untuk ukuran pasar yang baru beberapa tahun kedatangan EV secara serius.

Peringkat Model: Atto 1 di Puncak, Avanza Mendekat

BYD Atto 1 masih memimpin dengan 4.840 unit, tapi angka itu turun 12,9 persen dari 5.560 unit pada Agustus. Penurunan ini bukan sinyal lemah sendirian—hampir semua model mengalami koreksi seiring melemahnya pasar bulanan.

Yang perlu dicatat, Toyota Avanza justru bergerak sebaliknya. MPV sejuta umat ini naik 12,5 persen ke 3.872 unit, memperkecil jarak dengan Atto 1 menjadi hanya 968 unit. Kalau tren ini berlanjut, posisi puncak bisa bergeser di Oktober atau November.

Jaecoo J5 EV melengkapi tiga besar dengan 3.276 unit. Dua dari tiga mobil terlaris Indonesia kini bertenaga listrik—fakta yang lima tahun lalu sulit dibayangkan.

Empat Mobil Listrik di 20 Besar, Sisanya Masih Bensin

Selain Atto 1 dan J5 EV, ada Geely EX2 di peringkat 10 dan Wuling Aira EV di peringkat 19. Empat model ini total menyumbang 10.861 unit, atau 26,8 persen dari 20 model terlaris.

Tapi jangan salah baca arah. Enam belas model lainnya masih non-listrik, dan tujuh di antaranya produk Toyota dengan total 17.027 unit—setara 42,0 persen dari 20 besar. Artinya, mobil listrik sudah berkuasa di puncak daftar, tapi belum menguasai pasar secara keseluruhan.

Level Merek: Toyota Terlalu Jauh untuk Dikejar

Di level merek, Toyota mencatat 21.877 unit wholesales dan 21.648 unit retail, naik 7,5 persen dari 20.357 unit pada Agustus. Daihatsu menyusul di posisi kedua dengan 11.558 unit wholesales.

BYD ada di peringkat ketiga dengan 6.031 unit wholesales—jauh di bawah Toyota. Menariknya, retail BYD mencapai 7.421 unit, lebih tinggi daripada wholesales. Artinya dealer menjual lebih banyak daripada yang mereka terima dari pabrik, indikasi stok yang menipis atau permintaan yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Wholesales BYD sendiri turun 23,4 persen dari 7.870 unit pada Agustus. Koreksi ini lebih dalam dibanding rata-rata pasar, dan patut dicermati apakah hanya efek musiman atau ada pergeseran permintaan.

Wholesales vs Retail: Kenapa Angka Ini Penting

Wholesales adalah jumlah pengiriman mobil dari pabrik atau agen pemegang merek ke dealer. Retail adalah penjualan dealer ke konsumen. Dua angka ini sering dikutip bergantian, tapi maknanya berbeda.

Kalau wholesales tinggi tapi retail rendah, artinya stok menumpuk di dealer—bisa jadi tanda permintaan melemah atau dealer sedang ambil persediaan untuk promo akhir tahun. Sebaliknya, retail lebih tinggi dari wholesales berarti dealer menguras stok lama.

Untuk Januari–September 2026, total wholesales mencapai 679.020 unit dan retail 676.223 unit. Angka ini bisa di

Reporter: Farah