Mariona Caldentey Penalti Menit 93 Selamatkan Arsenal dari Koge

Mariona Caldentey mencetak gol penalti pada menit ke-93 untuk membawa Arsenal menang atas HB Koge.
Penulis: Farah
Rabu, 23 September 2026 | 05:03:01 WIB

NARAWARTA.COM — Mariona Caldentey mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-93 untuk membawa Arsenal menang tipis atas HB Koge di laga pembuka Liga Champions Wanita. Kemenangan dramatis di Meadow Park itu menyelamatkan Arsenal dari hasil imbang memalukan, meski penampilan mereka menuai banyak pertanyaan.

Gol penalti Mariona Caldentey di menit ke-93 memecah kebuntuan Arsenal saat menjamu HB Koge dalam laga pembuka fase liga Liga Champions Wanita di Meadow Park, Boreham Wood. Kemenangan dramatis ini datang setelah Arsenal mendominasi pertandingan dengan 21 tembakan, tetapi hanya satu yang berbuah gol.

Dominasi Arsenal Tak Berbuah Gol Selama 90 Menit

Arsenal menguasai bola hampir sepanjang pertandingan. Pelatih Renee Slegers menurunkan delapan pemain berbeda dari starting XI yang bermain imbang melawan Manchester United akhir pekan lalu. Hanya Leah Williamson, Steph Catley, dan Stina Blackstenius yang bertahan di starting line-up.

Chloe Kelly mengancam gawang Koge lebih dulu melalui sepakan kaki kanan yang ditepis kiper Alberte Vingum. Frida Maanum melakukan hal serupa dua menit berselang, tetapi Vingum kembali menyelamatkan gawangnya. Kiper berusia 21 tahun itu tampil gemilang sepanjang laga.

Arsenal sempat mencetak gol pada menit ke-13 melalui voli Chloe Kelly memanfaatkan umpan Kyra Cooney-Cross. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena Stina Blackstenius berada dalam posisi offside dan menghalangi pandangan kiper.

Koge Tampil Disiplin dan Nyaris Curi Poin

HB Koge, pemimpin klasemen Liga Denmark, tampil disiplin dan terorganisir. Klub Denmark itu datang dengan modal empat kemenangan di babak kualifikasi, termasuk mengalahkan PSV Eindhoven dengan agregat 2-1. Pertahanan mereka sulit ditembus sepanjang pertandingan.

Pelatih Koge, Kristian Morch Rasmussen, terlihat begitu antusias merayakan hasil imbang sementara di babak pertama. Ia bahkan terjatuh saat melewati pagar pembatas dan mendapat cemoohan dari suporter tuan rumah. Rasmussen kemudian berjalan melintasi lapangan dengan senyum sambil memberi gestur meminta penonton diam.

Memasuki babak kedua, Alessia Russo masuk menggantikan Blackstenius. Caldentey dan rekrutan baru Lisa Baum juga masuk sebelum menit ke-60. Arsenal terus menekan, tetapi pertahanan Koge yang rapi tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Penalti Menit 93 Akhiri Penderitaan Arsenal

Baum sempat menciptakan peluang terbaik Arsenal di babak kedua melalui sprint menusuk pertahanan Koge. Namun, tekel gemilang dari bek Koge berhasil menggagalkan peluang tersebut dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Arsenal tercatat melepaskan 21 tembakan berbanding empat milik Koge. Dari jumlah itu, hanya dua yang mengarah ke gawang, sementara Koge mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Statistik ini menggambarkan betapa tidak efektifnya lini serang Arsenal sepanjang pertandingan.

Ketika waktu seolah akan habis tanpa gol, Caldentey maju sebagai eksekutor penalti di menit ke-93. Bola menghantam jala gawang dan langsung disambut sorakan suporter Arsenal yang memadati tribun North Bank. Peluit panjang berbunyi tak lama setelahnya, dan ekspresi lega terlihat jelas di wajah Slegers.

Kemenangan yang Menyisakan Banyak Pertanyaan

Kemenangan ini memang membawa Arsenal meraih tiga poin di laga pembuka fase liga. Namun, performa tim asuhan Slegers masih jauh dari memuaskan. Dalam tiga laga Liga Super Wanita sebelumnya, Arsenal hanya meraih lima poin dari hasil imbang melawan Crystal Palace dan Manchester United.

Masalah ketajaman di depan gawang menjadi pekerjaan rumah besar bagi Slegers. Arsenal akan menghadapi laga berat melawan Chelsea di Stamford Bridge pada akhir pekan ini. Jika penyelesaian akhir tetap menjadi kelemahan, tekanan pada Slegers dipastikan akan semakin besar.

Reporter: Farah