Presiden Prabowo Subianto Instruksikan Tambah Anggaran Mitigasi Bencana dan Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan mitigasi sebelum bencana terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Arahan ini disampaikan saat memimpin rapat terbatas melalui konferensi video pada Senin, menanggapi rangkaian peristiwa dari gempa bumi Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga ancaman kebakaran hutan dan asap.
Sebagai negara yang berada di kawasan cincin api atau ring of fire, Indonesia dinilai harus selalu dalam posisi siaga. Prabowo menyebut kondisi kebencanaan yang dihadapi saat ini harus menjadi pelajaran nyata bagi pemerintah untuk meningkatkan alokasi anggaran mitigasi secara signifikan.
"Jadi persiapan mengatasi mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan," ujarnya.
Dorong Pengadaan Drone dan Modifikasi Cuaca
Guna menunjang kecepatan operasi di lapangan, Prabowo mendorong pemanfaatan teknologi modern. Pemerintah dituntut tidak lagi memakai pola penanganan konvensional yang lambat saat situasi darurat tiba.
Langkah teknologi tersebut mencakup pengadaan drone yang mampu membawa sekaligus menjatuhkan air di lokasi sulit, serta pengembangan teknologi modifikasi cuaca. Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara, Menteri Keuangan, dan Kepala Bappenas segera menyiapkan perencanaan penguatan sarana penanggulangan bencana tersebut.
Dalam forum tersebut, Prabowo turut mengecek situasi terkini dan memantau jalannya penanganan pascagempa bumi di Flores. Ia ingin memastikan seluruh kawasan terdampak, khususnya kabupaten yang belum sempat ia kunjungi langsung, telah tertangani dengan baik serta dapat dipulihkan segera.
Evaluasi Keterlambatan dan Penanganan Lintas Wilayah
Mengenai respons tanggap darurat belakangan ini, pemerintah dinilai telah bergerak cukup cepat dan masif. Prabowo mencontohkan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang berhasil dikerahkan dengan kekuatan skala nasional.
Seluruh unsur yang terjun di lapangan mendapat apresiasi atas kerja penanganan tersebut. Namun, Prabowo menegaskan bahwa setiap kendala dan keterlambatan yang sempat muncul harus menjadi bahan evaluasi bersama demi memperbaiki langkah antisipatif ke depan.
"Saya mengundang kita rapat melalui VCon ya. Saya hanya ingin monitor gimana perkembangan sekaligus mendengar situasi yang terkini. Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana," kata Presiden Prabowo.