33 Penghuni Apartemen Pavilion Tanah Abang Dievakuasi Imbas Kebakaran Shaft Kabel Termasuk Bayi dan Lansia
JAKARTA — Sebanyak 33 penghuni Apartemen Pavilion di kawasan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dievakuasi keluar gedung setelah kobaran api melanda instalasi shaft kabel pada Jumat siang.
Insiden kebakaran pada bangunan bertingkat ini menuntut penyelamatan cepat dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Titik api terpantau membakar jalur kabel vertikal hunian vertikal tersebut.
"Alhamdulillah kami bisa menyelamatkan jiwa sejumlah 33 orang, terdiri dari 31 warga negara Indonesia dan dua orang warga negara asing," kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat.
Prioritas Kelompok Rentan: Dua Lansia di Lantai 23 dan Tiga Bayi
Proses evakuasi dari unit-unit hunian lantai tinggi menyita waktu paling banyak selama operasi penyelamatan berlangsung. Dari puluhan warga yang terjebak kepulan asap, petugas memberikan prioritas utama kepada kelompok berisiko tinggi.
Dua orang lansia harus diturunkan secara bertahap langsung dari lantai 23 apartemen. Selain warga lanjut usia, regu penolong juga mengamankan tiga bayi yang berada di dalam bangunan ketika api mulai memicu asap tebal.
Kondisi fisik seluruh penghuni yang tiba di lantai dasar langsung diperiksa tim medis. Pengecekan saturasi oksigen dilakukan satu per satu untuk mengantisipasi potensi keracunan asap atau sesak napas.
"Yang pasti saya sampaikan, kami evakuasi di bawah tidak ada yang pingsan dan ketika kami cek saturasinya tadi satu per satu dalam kondisi baik," kata Bayu.
Tiga Unit Mobil Bronto Dikerahkan Jemput Penghuni di Ketinggian
Armada khusus tangga penyelamat dikerahkan langsung ke lokasi kejadian di Jalan KH Mas Mansyur guna menjemput warga dari balkon maupun jendela unit. Gulkarmat DKI Jakarta mengoperasikan tiga unit kendaraan Bronto skylift berdaya jangkau tinggi.
Mekanisme penurunan warga dilakukan bergantian mengingat keterbatasan daya tampung keranjang angkut pada armada skylift tersebut.
"Jadi kami angkat paling maksimal empat dari atas ke bawah," ujarnya.
Keberhasilan evakuasi bertahap ini membuat seluruh warga yang sempat terjebak dapat diturunkan ke area terbuka secara selamat tanpa insiden desak-desakan.
Respons Enam Menit Petugas Redam Titik Api di Shaft Kabel
Laporan awal mengenai insiden kebakaran ini pertama kali masuk ke pos pemadam kebakaran pada pukul 11.23 WIB. Regu penyelamat langsung meluncur ke lokasi dan tiba enam menit kemudian, tepat pukul 11.29 WIB.
Operasi penyemprotan dimulai pukul 11.30 WIB. Amukan api berhasil dikendalikan dalam durasi singkat karena titik pembakaran terkonsentrasi pada bagian shaft kabel gedung.
Meskipun api cepat dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran menyeluruh dari lantai paling atas hingga lantai dasar terus berlangsung hingga Jumat sore guna memastikan tidak ada penghuni tertinggal di lorong maupun kamar.
Berdasarkan data posko darurat, semua nama yang dilaporkan oleh pihak keluarga telah keluar dari gedung. Petugas tetap menuntaskan pengecekan fisik unit per unit.
"Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa," pungkas Bayu.