Belanja Klub Liga Inggris Tembus Rp70 Triliun, Bukti Liga Super Bayangan?

Belanja kolektif klub Liga Inggris pada bursa transfer musim panas ini mencapai £3,5 miliar atau sekitar Rp70 triliun.
Penulis: Wahyu
Jumat, 04 September 2026 | 13:06:31 WIB

NARAWARTA.COMPerforma klub Inggris di kompetisi antarklub Eropa memang sedang tidak konsisten. Namun, di meja negosiasi, kekuatan Premier League tidak tertandingi. Data belanja dari bursa transfer musim panas ini dirilis sebagai bukti terbaru bahwa apa yang disebut "Liga Super" versi bayangan sejatinya telah hadir di Inggris Raya, lengkap dengan segala kekuatan finansialnya yang mencekik pesaing.

Nominal Belanja yang Meninggalkan Zona Euro

Laporan tersebut mencatat pengeluaran kolektif klub-rumah sakit Liga Inggris mencapai £3,5 miliar. Jumlah itu setara dengan rata-rata belanja £175 juta per klub—nominal yang sulit dibayangkan oleh tim sekelas Benfica atau Ajax.

Sebagai perbandingan, Serie A Italia hanya membelanjakan £940 juta, Bundesliga Jerman £673 juta, LaLiga Spanyol £650 juta, dan Ligue 1 Perancis £523 juta. Artinya, Premier League mengeluarkan dana £720 juta lebih banyak dibandingkan gabungan belanja empat liga besar Eropa lainnya.

Ambisi Klub Promosi dan "Tim Papan Tengah" Kaya Raya

Fenomena paling mencolok terjadi di klub-klub yang baru promosi. Hull City, yang musim lalu nyaris terdegradasi ke League One, memecahkan rekor belanja klub dengan mendatangkan delapan pemain yang masing-masing berharga di atas £10 juta. Ipswich Town bahkan menghabiskan £189 juta—dan masih dianggap kandidat terkuat untuk kembali degradasi.

Realitas ini memperlihatkan daya tarik finansial Premier League mampu membajak talenta dari klub bersejarah Eropa. Bournemouth berhasil mengamankan bek incaran Benfica, Antonio Silva, dengan harga sekitar £20 juta. Fulham, yang finis di papan tengah musim lalu, justru merekrut tiga pemain lulusan akademi Real Madrid, termasuk atas rekomendasi pelatihnya yang merupakan mantan penggawa Los Blancos.

Sinyal Kesenjangan dalam Satu Bursa Transfer

Pola ini tidak berhenti di situ. Manchester City dan Liverpool menunjukkan kemewahan finansial yang membuat klub lain iri dengan merogoh kocek dalam-dalam untuk pemain muda yang minim menit bermain. Liverpool mengeluarkan £28 juta untuk kiper berusia 18 tahun asal Genk, Lucca Brughmans, yang langsung dipinjamkan kembali ke klub lamanya.

Newcastle United juga tercatat membayar £30 juta untuk Aladji Bamba, gelandang asal Monaco yang baru memiliki 12 penampilan starter sepanjang kariernya. Klub-klub di liga lain tidak akan berani mengambil risiko sebesar itu—

Empat pemain lolos dengan nilai transfer di atas £100 juta pada musim panas ini, dan semuanya berlabuh di Premier League. Dua pertiga dari 50 transfer termahal dunia juga menjadi milik klub Inggris. Untuk pertama kalinya dalam sejarah bursa transfer, posisi papan tengah Liga Inggris menjadi destinasi yang lebih menggiurkan secara finansial dibandingkan raksasa Eropa seperti Benfica atau Sporting Lisbon, sebuah pergeseran yang kian mengaburkan batas antara kompetisi domestik dan "liga khusus" yang sempat ditentang keras beberapa tahun lalu.

Reporter: Wahyu