FIFA vs UEFA: Menyingkap Gugatan Kampanye Hitam dan Motif Ekonomi di Balik Perebutan Sepak Bola Global
NARAWARTA.COM — Perseteruan FIFA dan UEFA mencapai babak baru di pengadilan Amerika Serikat. FIFA menilai langkah UEFA membuka dokumen terkait proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) yang batal mengandung cacat hukum fundamental. Tuduhan "pengurusan secara pidana" yang dilayangkan UEFA kepada Infantino hanyalah dalih untuk menekan rivalnya.
"UEFA mengupayakan pembukaan dokumen untuk membantu proses pidana luar negeri yang sebenarnya tidak ada dan UEFA sendiri tidak memiliki kewenangan untuk memulainya," demikian tertulis dalam berkas tanggapan FIFA yang diajukan ke pengadilan AS, seperti dilansir BBC.
Uang Besar yang Membuat UEFA Resah
FFE merupakan proyek yang dirancang untuk memperkuat asosiasi sepak bola negara berkembang agar tak tertinggal dari kekuatan finansial Eropa. FIFA menegaskan proyek itu masih berupa usulan ketika UEFA mulai bergerak menyerang.
Namun FIFA menemukan pola yang lebih dalam. Kehadiran FFE dipandang mampu memberikan daya saing finansial kepada negara-negara kecil, sebuah kondisi yang mengancam dominasi kompetisi elite Eropa seperti Liga Champions.
"Jika sepak bola diperkuat di negara berkembang, persaingan global akan meningkat. Hal ini pada akhirnya mengurangi kekuatan pasar UEFA dan memberikan lebih banyak persaingan bagi turnamen-turnamen unggulannya," tegas FIFA.
Kronologi Kasus: Awal Mula Gugatan UEFA
Pekan lalu, UEFA mengajukan dokumen hukum di AS untuk mengakses bukti dari FIFA sebagai fondasi potensi tuntutan pidana di Swiss. UEFA menuduh Infantino menetapkan "harga di luar pasar yang curang demi keuntungannya sendiri" melalui proyek FFE yang kini dibatalkan.
Joshua Kushner disebut akan memimpin investasi senilai 4,2 miliar dolar AS untuk 20 persen saham di anak perusahaan komersial baru FIFA. Investasi itu gagal setelah memicu protes massal pada Juli lalu. UEFA pun memanggil Kushner beserta perusahaannya, Thrive Eternal, serta penyandang dana Greg Maffei untuk memberikan kesaksian.
Kutipan Kushner: Penyesalan di Balik Layar
Joshua Kushner angkat bicara soal keterlibatannya dalam proyek yang kini menjadi pusat pertikaian hukum internasional.
"Meskipun kami mendukung motivasi FFE, kami gagal memahami dinamika politik sepak bola global dan sejauh mana beberapa pihak akan bertindak... jika kami tahu ini akan menjadi seperti ini, kami tidak akan terlibat," ujar Kushner.
Posisi UEFA dan Masa Depan Infantino
UEFA menolak berkomentar resmi. Namun sumber internal UEFA menyebutkan, jika FIFA tidak menyembunyikan apa pun, mereka seharusnya membuka dokumen itu untuk mempercepat proses hukum.
Di luar sengketa FFE, UEFA menjadi motor utama gerakan penolakan terhadap Infantino. Mereka mendesak presiden FIFA itu mundur dari jabatannya. UEFA juga terus mencari kandidat potensial untuk menantang Infantino, meski ancaman boikot terhadap turnamen FIFA sudah dibatalkan setelah investasi itu dihentikan.