DPD AMPI Sumut dan Forum Wartawan Tri Matra Sepakat Kawal Isu Penebangan 2.788 Pohon untuk BRT Medan Hingga Bencana Sinabung
MEDAN — Forum Wartawan Tri Matra (FWTM) mendesak agar penebangan 2.788 pohon untuk proyek Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Medan tidak berhenti pada pembangunan semata. Dalam audiensi dengan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Sumatera Utara, FWTM meminta ada kewajiban penanaman pengganti di kawasan terbuka hijau lain agar keseimbangan lingkungan dan kualitas udara tetap terjaga.
Rekomendasi Penggantian Pohon untuk Proyek BRT Medan
Isu lingkungan ini menjadi salah satu poin utama yang disorot organisasi wartawan tersebut. FWTM menilai pembangunan infrastruktur memang diperlukan, namun tidak boleh mengorbankan ruang terbuka hijau tanpa kompensasi nyata.
"Kami mendorong agar pohon-pohon yang terdampak pembangunan itu tidak semata-mata ditebang, tetapi diimbangi dengan penanaman dan pengalokasian pohon di kawasan terbuka hijau lainnya," demikian yang menjadi masukan FWTM dalam pertemuan tersebut.
Audiensi Bahas Bencana Sinabung hingga Ketahanan Pangan
Selain soal lingkungan di ibu kota provinsi, kedua lembaga juga menyepakati penguatan respons kebencanaan. Perhatian khusus diarahkan pada warga yang masih terdampak erupsi Gunung Sinabung di Karo.
Forum Wartawan Tri Matra dan DPD AMPI Sumut juga akan memantau perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Simeme di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang. Pengawasan ini menyangkut potensi dampak yang mungkin muncul bagi masyarakat dan ekosistem di kawasan bantaran sungai.
Di sektor ekonomi, keduanya menyatakan dukungan terhadap program ketahanan pangan yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sinergi lintas sektor ini diharapkan memperkuat kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua AMPI: Ormas Harus Jadi Lokomotif Anak Muda
Ketua DPD AMPI Sumut, David Luther Lubis, yang didampingi Sekretaris Jenderal Gabriel Nainggolan serta pengurus Endie Arrahman Siregar, Ferdinand L. Tobing, Burhanuddin Siagian dan Herizal, menyambut baik audiensi ini. Ia menegaskan bahwa organisasinya terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa pun, termasuk insan pers.
"DPD AMPI Sumut selalu terbuka untuk bekerja sama, bersinergi, berkolaborasi dengan siapapun, termasuk dengan awak media. Jadi, kerjasama dan silaturahmi dengan awak media terus ditingkatkan," ujar David.
Di hadapan pengurus FWTM yang dipimpin Ketua Winda dan Bendahara Andi Aria Tirtayasa, David mengakui masih banyak pandangan negatif masyarakat terhadap keberadaan ormas di Sumatera Utara. Ia berkomitmen mengubah paradigma tersebut melalui kerja nyata.
"Meski sebagian masyarakat masih banyak yang negatif dengan keberadaan Ormas, saya akan mencoba untuk merubah paradigma itu. Saya mencoba membawa AMPI menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.
David berharap AMPI mampu menjadi lokomotif yang mendorong anak-anak muda di Sumatera Utara. Pertemuan ini dinilai sebagai langkah awal penguatan sinergi FWTM dan AMPI Sumut dalam mengawal persoalan sosial, lingkungan, dan kebencanaan yang menyentuh kepentingan masyarakat luas.