Kementerian PKP Perluas Program Rumah Cahaya jadi 300 Unit untuk Veteran dan Keluarga Pahlawan
NARAWARTA.COM — Kolaborasi penyediaan hunian layak bagi para pengabdi negara resmi diperluas. Setelah merampungkan 30 unit perdana di Serang, Banten, Kementerian PKP bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesiaemas (PHSI) menyiapkan 42 unit tambahan dengan target jangka panjang mencapai 300 unit.
Penerima Manfaat dan Bentuk Penghargaan
Rumah Cahaya tidak sekadar memberikan tempat tinggal. Setiap penerima mendapatkan kunci rumah sekaligus Sertipikat Hak Milik atas hunian tersebut. Ketua Yayasan PHSI, Sofia Koswara, menegaskan rumah berfungsi sebagai fondasi kehidupan keluarga.
"Rumah memiliki arti penting bagi sebuah keluarga karena menjadi tempat untuk bertumbuh, beristirahat, dan menjalani kehidupan bersama," kata Sofia dalam acara penyerahan SHM di Menara 2 BTN, Jakarta, Senin malam (31/8/2026).
Kelompok yang diprioritaskan menerima bantuan meliputi:
- Veteran pejuang kemerdekaan dan penerusnya
- Mantan atlet yang mengharumkan nama Indonesia
- Keluarga para pahlawan yang gugur dalam tugas
Kriteria Penerima Bisa Diperluas ke Petugas Lapangan
Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mendorong cakupan penerima manfaat diperluas. Menurutnya, pengabdian kepada negara tidak hanya datang dari kalangan militer atau olahraga.
"Bukan hanya veteran dan atlet, tetapi juga mereka yang gugur dalam menjalankan tugas, seperti petugas pemadam kebakaran dan petugas karhutla, termasuk keluarganya," ujar Hashim. Ia menambahkan, "Kita harus terus hadir untuk mereka."
Hashim mengakui pekerjaan penyediaan hunian layak masih menjadi tantangan besar. Jutaan warga belum memiliki rumah dan banyak yang menempati hunian tidak layak, sehingga perhatian terhadap kelompok pengabdi negara dinilai strategis untuk diperkuat.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Target Pengembangan
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyebut skema kerja sama ini membuktikan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menutup backlog perumahan. Ekosistem pembangunan hunian harus melibatkan perbankan, yayasan, dan pelaku usaha.
"Saya sebagai Menteri Perumahan sangat senang melihat kolaborasi ini bisa menjadi wujud nyata perhatian kita kepada para pahlawan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri," kata Maruarar. Ia secara khusus mengapresiasi inisiatif BTN dan Yayasan PHSI dalam merealisasikan program tersebut.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan gagasan ini lahir dari diskusi panjang mengenai bentuk penghargaan yang bermanfaat langsung setelah masa pengabdian berakhir. Penyerahan SHM di sela-sela acara tersebut dinilai Nixon sebagai simbol komitmen jangka panjang, bukan sekadar seremoni.
"Yang kami berikan tidak sebanding dengan apa yang Bapak dan Ibu berikan bagi negara. Hari ini bukan hanya kami serahkan kunci rumah, tetapi juga Sertipikat Hak Milik," ujarnya.
Dengan tambahan 42 unit yang disiapkan dan target 300 unit ke depan, program ini diharapkan menjadi model kolaborasi penyediaan hunian yang berkelanjutan bagi kelompok masyarakat yang memiliki dedikasi tinggi terhadap negara.