Danantara Targetkan Merger BUMN Karya Rampung Tahun Ini, Tantangan Berat Menanti
NARAWARTA.COM — Konsolidasi besar-besaran perusahaan konstruksi pelat merah memasuki babak baru. Danantara Indonesia, sebagai induk usaha, bergerak cepat menuntaskan penggabungan sejumlah BUMN Karya. Langkah ini menyusul memburuknya kondisi keuangan sektor tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa proses konsolidasi ini merupakan langkah penyelamatan dan penyehatan. "Yang penting itu adalah akan terjadi konsolidasi daripada perusahaan karya. Kita dalam langkah proses penyelamatan dan penyehatan," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8).
Belum Ada Keputusan Entitas yang Bertahan
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai entitas mana yang akan menjadi induk setelah konsolidasi selesai. Dony mengaku masih mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk apakah PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau PT PP (Persero) Tbk yang akan dipertahankan.
"Belum ditentukan. Belum pasti Adhi, PP, dan lain sebagainya. Kita akan lihat," kata Dony. Pernyataan ini menegaskan bahwa skema final merger masih dalam tahap kajian mendalam.
Utang Ratusan Triliun dan Struktur Anak Usaha yang Rumit
Dony membuka tabir kesulitan yang dihadapi dalam proses restrukturisasi. Permasalahan yang membelit BUMN Karya jauh lebih luas dari sekadar penurunan pendapatan. Tumpukan utang yang mencapai ratusan triliun rupiah menjadi beban utama yang harus dicarikan solusi.
Kompleksitas lain muncul dari struktur bisnis yang sangat besar. Setiap BUMN Karya memiliki puluhan anak perusahaan, bahkan hingga level cucu perusahaan. Sebagian besar di antaranya juga mengalami masalah finansial, sehingga proses penyehatan tidak bisa dilakukan secara parsial.
Mengapa Proses Restrukturisasi Butuh Waktu?
Menurut Dony, penyelesaian instan sebenarnya mungkin dilakukan, misalnya dengan langsung mempailitkan perusahaan. Namun, langkah tersebut akan berdampak sistemik pada ekosistem industri konstruksi dan perekonomian nasional.
"Inilah yang memakan waktu yang juga masyarakat harus tahu bahwa [kalimat tidak lengkap]