KAI Siapkan Konsep New Gambir, Stasiun Bersejarah Itu Bakal Layani KRL
NARAWARTA.COM — Rencana tersebut bukan tanpa alasan. Data internal KAI menunjukkan koridor Bogor Line yang melintasi kawasan Gambir menjadi penyumbang trafik terbesar, yakni 153,5 juta perjalanan sepanjang 2025 atau setara 44,55 persen dari total perjalanan KRL Jabodetabek. Angka ini mempertegas posisi Gambir sebagai titik strategis yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah penyangga.
Hingga kini, Stasiun Gambir memang belum melayani penumpang Commuter Line. Jalur layangnya setiap hari hanya dilewati KRL rute Jakarta Kota–Bogor dan Jakarta Kota–Nambo tanpa berhenti. Namun, KAI menegaskan bahwa opsi membuka layanan di stasiun kebanggaan ibu kota itu terus dikaji.
Persiapan Teknis yang Matang
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut pembukaan layanan KRL di Gambir tidak bisa dilakukan secara instan. Berbagai aspek teknis harus dipersiapkan menyeluruh, mulai dari kesiapan peron, alur perpindahan penumpang, kapasitas lintas, hingga sistem kelistrikan dan persinyalan.
"Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, maka berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi. Keselamatan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama," ujar Anne di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Kepadatan operasional Gambir sendiri sudah tinggi. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, stasiun ini melayani 3,87 juta pelanggan kereta jarak jauh, dengan rincian 1,99 juta penumpang naik dan 1,88 juta penumpang turun. Setiap harinya, ada 34 perjalanan KA reguler dengan total sekitar 78 aktivitas pemberhentian kereta.
Konsep New Gambir: Lebih dari Sekadar Stasiun
Untuk menjawab tantangan masa depan, KAI merancang konsep New Gambir sebagai simpul transportasi terpadu. Stasiun ini nantinya diarahkan untuk menghubungkan KA Jarak Jauh, KRL, MRT, TransJakarta, dan kawasan Monas dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi.
Konsep ini tidak hanya berfokus pada fungsi mobilitas. KAI ingin mengembangkan Gambir sebagai ruang yang memadukan unsur hospitality, leisure, dan pusat aktivitas kawasan. Dengan begitu, nilai strategis stasiun yang berdiri di jantung Jakarta ini bisa meningkat signifikan.
"Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta," jelas Anne.
KAI memastikan transformasi Stasiun Gambir berjalan bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas infrastruktur, keselamatan, dan kebutuhan pengguna jasa. Pertumbuhan perjalanan KRL yang terus meningkat menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas menuju pusat Jakarta semakin besar, sehingga integrasi di Gambir menjadi keniscayaan.
Langkah ini sejalan dengan tren pergeseran masyarakat menuju transportasi publik massal. Dengan hadirnya layanan KRL di Gambir, warga Bogor, Depok, dan sekitarnya kelak bisa langsung terhubung ke kawasan Monas dan pusat bisnis Jakarta tanpa perlu transit jauh.