Indonesia-Selandia Baru Perkuat Kerja Sama Pangan dan Energi Terbarukan
NARAWARTA.COM — Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menlu Selandia Baru Winston Peters membahas langkah konkret untuk merealisasikan komitmen tersebut. Bagi Indonesia, kerja sama pangan dinilai strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda.
"Salah satu bidang yang strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru adalah kerja sama di bidang ketahanan pangan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, anak-anak, dan generasi muda Indonesia," ujar Sugiono dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8/2026).
Fokus pada Produktivitas Pertanian dan Energi Bersih
Di sektor pangan, kedua negara sepakat mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan pengembangan peternakan sapi. Selandia Baru dikenal memiliki industri peternakan yang maju, sehingga peluang transfer teknologi dan praktik terbaik bagi peternak Indonesia terbuka lebar.
Sementara di sektor energi, pembahasan difokuskan pada penguatan kapasitas pembangkit listrik panas bumi dan tenaga surya di Indonesia. Dua sumber energi ini menjadi prioritas dalam bauran energi nasional untuk menekan emisi karbon.
Perdagangan Halal dan Beasiswa Pendidikan
Dalam bidang perdagangan, kedua negara membahas implementasi sertifikasi halal untuk memfasilitasi ekspor-impor produk halal. Langkah ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia di Selandia Baru dan sebaliknya.
Di sektor pendidikan, Indonesia dan Selandia Baru sepakat meningkatkan peluang beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Prioritas diberikan pada bidang-bidang yang menjadi fokus pembangunan nasional, seperti teknologi, pertanian modern, dan energi terbarukan.
Komitmen Kawasan Indo-Pasifik
Pertemuan ini juga menegaskan komitmen kedua negara terhadap stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik. Kolaborasi akan terus diperkuat melalui forum regional seperti ASEAN dan Forum Kepulauan Pasifik (PIF).
Sugiono menyambut baik keketuaan Selandia Baru di PIF pada 2027 dan berharap masa kepemimpinan tersebut berjalan sukses. JMC sendiri merupakan mekanisme utama dialog bilateral kedua negara untuk meninjau perkembangan hubungan dan menggali potensi kerja sama baru.
Pertemuan ini sekaligus mengawal implementasi Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia-Selandia Baru periode 2025-2029. Kedua negara juga mulai mempersiapkan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik yang akan dirayakan pada 2028 mendatang.