Rupiah Melemah 50 Poin ke Rp17.775 per Dolar AS, Hentikan Penguatan Sepekan

Rupiah dibuka melemah 50 poin ke posisi Rp17.775 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi.
Penulis: Wahyu
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:35:32 WIB

NARAWARTA.COM — Pergerakan mata uang Garuda kembali berada di bawah tekanan setelah sempat menunjukkan reli penguatan. Berdasarkan data pasar spot, pembukaan perdagangan Kamis pagi mencatatkan koreksi yang cukup signifikan dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya.

Koreksi Setelah Reli Penguatan Lebih dari Sepekan

Pelemahan 50 poin ini menjadi sinyal koreksi setelah rupiah mencatatkan penguatan beruntun. Pada Rabu pagi kemarin, rupiah sempat dibuka menguat 28 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp17.695 per dolar AS, level terkuatnya dalam beberapa hari terakhir.

Namun, momentum penguatan tersebut tidak bertahan hingga akhir sesi. Pada penutupan perdagangan Rabu, rupiah justru berbalik melemah tipis 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.725 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.723 per dolar AS.

JISDOR BI Ikut Terkoreksi

Bank Indonesia juga mencatat pelemahan pada kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Pada hari yang sama, JISDOR berada di level Rp17.717 per dolar AS, turun dari posisi sebelumnya yang tercatat di Rp17.703 per dolar AS.

Pelemahan JISDOR ini mengonfirmasi tekanan terhadap rupiah tidak hanya terjadi di pasar spot, tetapi juga pada kurs referensi resmi bank sentral. Kondisi ini mencerminkan masih kuatnya permintaan dolar AS di pasar domestik.

Dinamika Pergerakan Rupiah dalam Tiga Hari Terakhir

Fluktuasi nilai tukar dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pergerakan yang cukup volatil. Berikut rincian pergerakan rupiah:

  • Rabu pagi: dibuka menguat di level Rp17.695 per dolar AS
  • Rabu penutupan: melemah tipis ke Rp17.725 per dolar AS
  • Kamis pagi: dibuka melemah 50 poin ke Rp17.775 per dolar AS

Data ini menunjukkan bahwa meskipun sempat menguat, tekanan terhadap rupiah masih berlanjut. Pelaku pasar tampaknya masih mencermati perkembangan eksternal, termasuk arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia dan pergerakan indeks dolar AS di pasar global.

Pelemahan rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini menjadi perhatian bagi pelaku usaha yang memiliki exposure terhadap mata uang asing. Fluktuasi kurs yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menuntut pengelolaan risiko nilai tukar yang lebih hati-hati.

Reporter: Wahyu