Agen Travel Labuan Bajo Ditangkap? Ini Modus Penipuan Turis China

Polres Manggarai Barat menerima laporan tiga wisatawan China terkait dugaan penipuan paket liveaboard ke Taman Nasional Komodo.
Penulis: Doni
Jumat, 02 Oktober 2026 | 13:03:02 WIB

NARAWARTA.COM — Tiga wisatawan asal China melaporkan pemilik agen perjalanan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, atas dugaan penipuan paket liveaboard ke Taman Nasional Komodo. Kristoforus Aman alias Itok Aman (32) disebut menerima pelunasan Rp 7.650.000 secara bertahap, lalu menghilang tanpa menyediakan kapal yang dijanjikan. Kasus ini bukan yang pertama, karena Itok Aman sudah berstatus buronan atas laporan serupa dari tiga turis Italia.

Kristoforus Aman alias Itok Aman (32), pemilik agen perjalanan yang mengaku beroperasi dengan nama Tour & Travel Digital, dilaporkan tiga wisatawan China ke Polres Manggarai Barat. Ketiga korban adalah Liu Guoyu, Zhou Yuzhu, dan Li Jiaxin. Mereka memesan paket liveaboard 2 hari 1 malam ke Taman Nasional Komodo secara online, membayar penuh, tetapi tidak pernah berangkat karena kapal yang dijanjikan tak kunjung datang.

Modus Penipuan: Bayar Lunas, Agen Langsung Menghilang

Pemesanan dilakukan secara daring tanpa pertemuan langsung. Itok Aman memperkenalkan diri sebagai operator perjalanan resmi. Total biaya paket yang harus dibayar ketiganya mencapai Rp 7.650.000.

Pembayaran dilakukan bertahap: uang muka Rp 2 juta pada 3 September, disusul Rp 1,95 juta pada 27 September, dan pelunasan Rp 3,7 juta pada 29 September. Setelah pembayaran terakhir masuk, komunikasi Itok Aman terputus total.

"Setelah menerima pembayaran penuh, operator perjalanan menghentikan semua komunikasi dan berhenti membalas pesan serta gagal menyediakan layanan liveaboard yang telah disepakati," kata Kepala Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pamobvit) Polres Manggarai Barat Iptu I Komang Agus Budiawan, Kamis (1/10/2026) malam, dilansir detikBali.

Ketiga wisatawan itu sudah tiba di Labuan Bajo dan siap berlayar. Mereka akhirnya gagal menuju Taman Nasional Komodo karena kapal yang dipesan melalui agen tersebut tidak pernah tersedia.

Bukan Kasus Pertama: Sudah Buron Sejak Agustus 2026

Itok Aman ternyata sudah dilaporkan sebelumnya oleh tiga turis asal Italia. Laporan itu dibuat di Polres Manggarai Barat pada 12 Agustus 2026 dengan total kerugian mencapai Rp 79,8 juta.

Hingga kini, Itok Aman belum ditangkap dan masih berstatus buron. Artinya, dugaan penipuan terhadap tiga wisatawan China pada September 2026 terjadi saat pelaku masih dalam status buronan.

"Korban ada tiga dari China," kata Komang.

Pola yang Sama, Korban Berbeda

Dua kasus ini menunjukkan pola serupa: pemesanan online, pembayaran bertahap, lalu komunikasi terputus setelah pelunasan. Korban umumnya wisatawan asing yang sudah tiba di Labuan Bajo dan tidak punya banyak waktu untuk mencari operator pengganti.

Labuan Bajo adalah gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo, salah satu destinasi wisata prioritas nasional. Setiap tahunnya, ribuan wisatawan asing datang ke kawasan ini untuk menyewa kapal liveaboard, menyelam, dan melihat komodo di habitat aslinya.

Tips Aman Memesan Paket Liveaboard di Labuan Bajo

  • Pesan melalui operator yang terdaftar resmi di Dinas Pariwisata Manggarai Barat.
  • Hindari transfer penuh ke rekening pribadi sebelum ada kontrak atau bukti pemesanan resmi.
  • Cek ulasan dan rekam jejak operator di platform perjalanan sebelum membayar.
  • Simpan semua bukti pembayaran, chat, dan dokumen pemesanan.
  • Jika memungkinkan, lakukan verifikasi langsung ke kantor operator setempat.

Kasus ini masih dalam penanganan Polres Manggarai Barat. Wisatawan yang hendak memesan paket liveaboard ke Taman Nasional Komodo disarankan lebih berhati-hati dan memverifikasi operator sebelum melakukan pembayaran.

Reporter: Doni