Vina Panduwinata Sesali Keinginan Terakhir Guruh Soekarnoputra
NARAWARTA.COM — Vina Panduwinata mengaku belum sempat memenuhi satu permintaan Guruh Soekarnoputra sebelum sang maestro meninggal dunia pada akhir pekan lalu di usia 73 tahun. Pelantun tembang Burung Camar itu datang melayat ke rumah duka pada Sabtu (26/9) dengan rasa duka yang mendalam. Permintaan sederhana berupa hidangan kepiting kesukaan almarhum kini menjadi penyesalan yang sulit dihilangkan.
Vina mengaku belum sempat mewujudkan permintaan terakhir Guruh sebelum sang maestro jatuh sakit. Permintaan itu bukan hal besar, hanya seporsi kepiting yang menjadi makanan favorit almarhum.
Permintaan Kepiting di Pertemuan Terakhir
Dalam pertemuan terakhirnya dengan Guruh sebelum kondisi kesehatannya menurun, Vina masih mengingat jelas pesan yang disampaikan almarhum. Guruh saat itu menagih hidangan olahan kepiting yang biasa dikirimkan Vina semasa hidup.
"Ada satu yang luar biasa pada terakhir ketemu, Mas Guruh tuh bilang, 'Na, jangan lupa lho kepitingnya'. Karena beliau tuh senang banget kepiting yang aku suka kirim," kata Vina, seperti diberitakan detikcom.
Kebiasaan Vina mengirimkan kepiting untuk Guruh memang bukan hal baru. Hidangan laut itu menjadi salah satu makanan kesukaan almarhum yang selalu dinantikan.
Nasihat Sukmawati soal Porsi Makanan Laut
Permintaan Guruh soal kepiting ternyata sempat mendapat perhatian dari kakak almarhum, Sukmawati Soekarnoputri. Mengingat kondisi kesehatan Guruh yang kala itu mulai menurun, Sukmawati mewanti-wanti Vina agar membatasi porsi makanan laut yang akan diberikan kepada adiknya.
Peringatan itu membuat Vina menahan diri untuk tidak langsung memesankan hidangan tersebut. Ia ingin memastikan kondisi Guruh benar-benar membaik sebelum mengirimkan kepiting kesukaannya.
Namun, niat baik itu tidak pernah terwujud. Kondisi kesehatan Guruh menurun secara drastis hingga akhirnya meninggal dunia pada akhir pekan lalu saat berusia 73 tahun.
Penyesalan yang Tetap Disyukuri
Kepergian Guruh meninggalkan kepedihan mendalam bagi Vina. Ia mengaku sedih karena belum sempat memenuhi permintaan sederhana almarhum.
"Aku sedih juga, aku belum sempat pesenin kepitingnya, beliau sudah sakit terus sudah pergi," tutur Vina.
Meski dirundung rasa sesal, Vina berupaya tetap ikhlas menerima kenyataan. Ia bersyukur setidaknya pernah berulang kali menghadirkan kebahagiaan dan mengukir senyum di wajah Guruh lewat kiriman makanan kesukaannya semasa almarhum masih sehat.
Guruh Soekarnoputra lahir pada 13 Januari 1953 sebagai anak bungsu Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dari pernikahannya dengan Fatmawati. Ia juga adik dari Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Jenazah Guruh kini dimakamkan di TPU Karet Bivak.