Harga Cabai Rawit Merah di Tapin Melambung hingga Rp 120.000 per Kg Imbas Kemarau

Pedagang menata cabai rawit merah di Pasar Keraton Rantau, Tapin, Kalimantan Selatan, yang harganya mencapai Rp120.000 per kilogram.
Penulis: Wahyu
Minggu, 06 September 2026 | 15:19:01 WIB

RANTAU — Lonjakan harga komoditas hortikultura mulai membebani aktivitas transaksi di pasar tradisional Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Komoditas cabai rawit merah mencatatkan kenaikan tertinggi dibanding bahan pangan lainnya dalam pemantauan satu bulan terakhir.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di Pasar Keraton Rantau, harga jual cabai rawit merah bergerak naik dari kisaran awal Agustus lalu yang sempat bertengger di rentang Rp50.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

Kini per 4 September 2026, pedagang setempat mematok cabai rawit merah pada kisaran Rp90.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Batas Bawah Melonjak Tajam Rp40.000 per Kilogram

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Tapin Walaidi Rakhmat mengonfirmasi bahwa pergerakan harga komoditas pedas ini menunjukkan grafik yang sangat mencolok di tingkat pedagang eceran.

"Harga cabai rawit merah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hasil pemantauan pada awal Agustus," ujarnya saat dikonfirmasi melalui Telpon di Rantau, Kabupaten Tapin, Minggu.

Walaidi merinci, kenaikan tersebut membuat batas bawah harga komoditas ini naik sebesar Rp40.000 per kilogram atau menyentuh 80 persen. Di sisi lain, batas atas harga cabai rawit merah turut terkerek naik sebesar Rp20.000 per kilogram, atau setara dengan kenaikan 20 persen.

"Kenaikan itu membuat batas bawah harga cabai rawit merah bertambah Rp40.000 per kilogram atau sekitar 80 persen. Sementara batas atasnya meningkat Rp20.000 atau sekitar 20 persen," tambahnya.

Dampak Musim Kemarau dan Ancaman Karhutla di Sektor Pertanian

Tekanan harga ini dinilai erat kaitannya dengan musim kemarau yang sedang melanda wilayah Kalimantan Selatan. Penurunan pasokan akibat cuaca kering dinilai menjadi variabel utama yang memengaruhi hasil panen petani lokal.

Selain faktor kekeringan, otoritas perdagangan daerah menaruh perhatian ekstra pada risiko kebakaran hutan dan lahan yang marak terjadi selama musim kemarau berlangsung.

"Karhutla juga berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi pertanian apabila memengaruhi lahan maupun aktivitas produksi," katanya.

Hingga kini, Disdag Tapin menyatakan belum dapat memproyeksikan apakah pergerakan harga cabai rawit merah yang tinggi ini akan bertahan lama di pasaran atau sekadar gejolak jangka pendek.

Pergerakan Cabai Merah Besar dan Cabai Keriting Relatif Terkendali

Di tengah lonjakan tajam pada cabai rawit merah, jenis cabai lain di Pasar Keraton Rantau justru mencatatkan tren yang relatif lebih stabil.

Walaidi memaparkan bahwa harga cabai merah besar sebelumnya berada di rentang Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Memasuki 4 September 2026, komoditas tersebut bertahan di kisaran Rp50.000 sampai Rp60.000 per kilogram.

"Adapun harga cabai merah keriting masih berfluktuasi dengan kisaran Rp40.000 hingga Rp70.000 per kilogram," tambahnya.

Guna memastikan stabilitas stok dan mencegah spekulasi di tingkat distributor, Disdag Tapin menjadwalkan pemantauan berkala terhadap dinamika harga pangan di Pasar Keraton Rantau sepanjang beberapa pekan ke depan.

Reporter: Wahyu