Ukraina Perluas Serangan Drone ke Infrastruktur Luar Angkasa Rusia, Target Fasilitas Militer di Plesetsk dan Moskow
NARAWARTA.COM — Konflik Ukraina-Rusia kini memasuki dimensi baru. Kyiv tampaknya tengah berupaya memutus rantai komando Moskow dari luar angkasa, menargetkan fasilitas yang selama ini menjadi "mata" bagi artileri, drone, dan rudal Rusia di medan perang. Serangan Pertama ke Pusat Komunikasi Luar Angkasa
Langkah ini dimulai pada akhir Juni, ketika drone Ukraina menghantam pusat komunikasi luar angkasa raksasa di Dubna, sebuah kota di luar Moskow. Fasilitas tersebut diketahui berfungsi untuk mengelola satelit pengintai dan mengolah data militer.
Akibat serangan itu, sebuah antena satelit setinggi 32 meter serta sejumlah modul perangkat keras dan pusat kendali teknis dilaporkan rusak parah. Zelenskyy menyebut operasi ini sebagai "sanksi jarak jauh" atas perang yang dilancarkan Rusia. Sementara itu, otoritas Rusia mengonfirmasi kerusakan pada sebuah gedung dan menyebut seorang bayi berusia enam bulan tewas dalam insiden tersebut.
Analis militer menilai pusat komunikasi seperti di Dubna sangat sulit untuk dipindahkan atau dipulihkan dengan cepat. Satelit geostasioner yang dikelolanya terikat pada lokasi spesifik di bumi. "Pusat-pusat ini sangat mahal dan rumit pembangunannya," ujar Anatoly Zak, pakar program luar angkasa Rusia asal Amerika Serikat. "Sulit untuk mengalihkan fungsinya ke infrastruktur lain."
Meski sejauh ini tidak ada indikasi satelit kehilangan kendali, Zak menyebut gangguan komunikasi serius hampir pasti terjadi di balik layar. Plesetsk: Kosmodrom Militer dalam Jangkauan Drone
Eskalasi terbaru terjadi pada 23 Agustus, ketika sekelompok drone Ukraina terbang lebih dari 1.800 kilometer untuk menjangkau wilayah Arkhangelsk di barat laut Rusia. Targetnya adalah Plesetsk, kosmodrom militer yang digunakan untuk meluncurkan rudal balistik antarbenua dan satelit mata-mata.
Otoritas regional mengklaim telah menembak jatuh sekitar 40 drone, namun setidaknya dua di antaranya berhasil mencapai area dekat landasan peluncuran. Serangan ini dinilai memiliki perhitungan waktu yang presisi, menyasar momen ketika roket telah diisi bahan bakar penuh dan siap diluncurkan.
"Telah ada tiga upaya untuk menyerang Plesetsk, dan bukan sekadar serangan udara biasa, melainkan saat ada roket berisi penuh di landasan yang akan segera diluncurkan," kata Zak. Upaya ini dianggap serius hingga dilaporkan langsung kepada Presiden Vladimir Putin. Kepala Roscosmos, Dmitry Bakanov, mengakui kepada Putin pada April lalu bahwa pihak Ukraina telah berusaha keras menggagalkan jadwal peluncuran tersebut.
Satelit militer yang diluncurkan dari Plesetsk merupakan bagian dari konstelasi Rassvet (Dawn), yang diklaim Moskow dirancang untuk menyaingi sistem modem satelit Starlink milik Elon Musk. Target Ambisius: Membutakan Komando Rusia
Langkah ini menunjukkan adanya pergeseran taktik dari medan pertempuran langsung di timur ke serangan strategis di wilayah Rusia. Nyaris seluruh fasilitas kunci program luar angkasa Rusia berlokasi di bagian barat, sehingga kini berada dalam jangkauan drone dan rudal Ukraina.
"Pabrik-pabrik kunci jumlahnya sedikit, dan semuanya berada dalam jangkauan rudal Ukraina," jelas Nikolay Mitrokhin, peneliti dari Universitas Bremen, Jerman. "Serangan ini dapat mengakibatkan masalah bagi seluruh program luar angkasa Rusia, termasuk program sipil dan internasional."
Upaya menghancurkan landasan peluncuran atau bengkel perakitan roket di Plesetsk juga membutuhkan konsentrasi pasukan drone yang besar. Menurut Pavel Luzin, analis dari Jamestown Foundation, setidaknya selusin drone diperlukan untuk membuat kerusakan signifikan pada instalasi tersebut.
Hingga kini, Kremlin belum mengonfirmasi korban jiwa dari ledakan di restoran Moskow yang menewaskan lima orang, dan Kyiv juga bungkam. Kudengar, serangan terhadap program luar angkasa ini adalah sinyal bahwa Ukraina tidak hanya bertahan, tetapi mulai menentukan titik-titik lemah infrastruktur perang Rusia dari udara.