Fitur Sinematik iPhone Disebut Terbengkalai, Uji Coba Ini Ungkap Kelemahannya
Sebuah eksperimen video yang dilakukan jurnalis teknologi Ben Lovejoy baru-baru ini memicu perdebatan soal masa depan fitur Cinematic mode di iPhone. Uji coba yang menggunakan iPhone 16 Pro Max itu memperlihatkan bahwa fitur perekaman video dengan efek kedalaman bidang ini masih memiliki kelemahan signifikan, meskipun perangkat kerasnya sudah jauh lebih bertenaga dibandingkan saat fitur tersebut pertama kali diperkenalkan pada iPhone 13.
Hasil Uji: Nyaris Sempurna, Tapi Gagal di Momen Krusial
Dalam percobaannya, Lovejoy merekam seorang teman yang duduk di atas bangku dengan latar belakang pagar sungai Thames dan gedung O2 Arena di London. Jarak antara subjek dan latar belakang sengaja dibuat cukup jauh untuk menguji kemampuan pelacakan fokus otomatis.
Hasilnya? Secara keseluruhan, kualitas gambar terlihat bagus. Namun, ada masalah nyata yang muncul: munculnya halo atau lingkaran cahaya di sekitar kaki subjek, fokus yang kadang berpindah ke tiang penyangga O2 saat subjek menggerakkan kepala, dan sesekali fokus jatuh ke sungai ketika subjek membuka lengannya.
Masalah Utama Bukan pada Kualitas, Melainkan Potensi yang Terabaikan
Menariknya, kritik utama bukan ditujukan pada hasil akhir yang buruk. Justru sebaliknya, hasil yang "hampir bagus" ini dianggap sebagai bukti bahwa fitur tersebut sebenarnya punya potensi besar yang tidak dikembangkan.
Lovejoy berpendapat bahwa dengan kekuatan pemrosesan saraf (neural processing) yang dimiliki chip Apple saat ini, mode sinematik seharusnya mampu menangani skenario yang jauh lebih kompleks. Dia menekankan bahwa fitur ini adalah pintu masuk yang ideal bagi calon sineas muda, terutama remaja yang tidak memiliki akses ke kamera profesional.
Kritik untuk Pembuat Konten Amatir, Bukan Konsumen Awam
Lovejoy mengakui bahwa penonton biasa mungkin tidak akan menyadari kekurangan ini. Namun, bagi mereka yang memiliki ambisi sebagai pembuat film amatir—yang merupakan target pasar utama fitur ini—cacat kecil tersebut akan sangat terlihat dan mengganggu.
Pertanyaan besarnya kini mengarah pada Apple: apakah perusahaan akan menghadirkan pembaruan signifikan untuk mode sinematik, atau membiarkannya tertinggal di tengah persaingan ketat fitur kamera smartphone? Belum ada tanggapan resmi dari Apple mengenai kritik ini.